Hukum dan KriminalSospol dan Pemerintahan

Tak Terima Pemberian Cek Kosong, 251 Warga Laporkan PT. Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim.

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA. COM ) Tak terima dengan adanya pemberian cek kosong dari pembelian Properti PT. Sipoa Legacy Land, Sebanyak 251 orang warga asal Surabaya, Sidoarjo dan Gresik atau yang tergabung dalam wadah Paguyupan Customer SIPOA ( PCS ) akan mendatangi Polda Jatim pada Sabtu, ( 10 / 3 / 2018 ) terkait Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU) yang dilakukan oleh PT. Sipoa Legacy Land.
Dengan didampingi Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin dan partners,serta Masbuhin sebagai kuasa hukumnya para korban pembelian property PT Sipoa Legacy Land mengatakan bahwa, Paguyupan Customer SIPOA (PCS) adalah kumpulan para korban dari dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan TPPU yang diduga dilakukan oleh PT Sipoa Legacy Land.
” Kami sebagai kuasa hukum para korban pembelian property dari PT Sipoa Legacy Land menyatakan, siap mendampingi klien sejak kasus itu bergulir tanpa titik temu. Dan, hari ini Sabtu, (10/03), kami mendampingi client kami melakukan pelaporan ke Polda Jatim.” kata Masbuhin saat menggelar Konferensi Pers di Surabaya, pada Sabtu, ( 10/03/2018 ).
” Laporan ini tidak penipuan saja, tetapi juga ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang.” tambah Masbuhin
Menurut Masbuhin kuasa hukum korban, PT Sipoa Legacy Land terindikasi menjerat korban melalui 11 perusahaan-perusahaan cabang. Sejumlah 18 proyek property diperjual belikan dengan mempergunakan 14 rekening Bank berbeda-beda.

” Oleh karenanya, kami akan melaporkan secara resmi 11 perusahaan tersebut bersama PT Sipoa Legacy Land kepada Polda Jatim dengan UU TPPU agar dapat ditelusuri kemana larinya uang yang sudah ditransfer oleh para client kami tersebut.” paparnya
Bahkan Kerugian yang diderita para korban disinyalir mencapai Rp 28 Miliar, saat ini para korban belum ada yang menerima penyerahan property dari masing-masing perusahaan tersebut. Korban mulai resah setelah lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada tanda-tanda proyek dikerjakan.
” Dan, kejanggalan lainnya, rekening pembayaran cicilan tidak pada satu rekening, tetapi berubah-ubah kurang lebih 22 rekening. Bahkan terdapat dugaan uang-uang yang telah diterima dari client kami tidak dipergunakan seluruhnya untuk kepentingan pembangunan property, akan tetapi untuk kepentingan lain.” terang Masbuhin.
Ditempat yang sama Ary Istiningtyas salah satu korban dari dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan TPPU PT Sipoa Legacy Land yang mengalami kerugian hingga total 57 juta mengaku kecewa dan kesal.
” Kami tertarik membeli apartemen karena awalnya diimingi imingi hunian murah dan diskon besar serta cicilan ringan oleh pengembang dengan bendera PT Sipoa Legacy Land. Apalagi di iklannya terpampang besar salah satu pejabat tinggi dari Sidoarjo yang turut meresmikan. Jadi kami percaya.” ujarnya
Perempuan warga Semolowaru Surabaya tersebut mengungkapkan, dengan berjalannya waktu lokasi yang dijadikan properti hingga saat ini belum ada kejelasan sama sekali.
” Semakin tidak ada kepastian akan dibangunnya lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada tanda-tanda proyek dikerjakan.” pungkas Ary Istiningtyas. ( Dji )

Related Articles

Back to top button