Gelar Malam Penghargaan PRIA 2018, 5 Lembaga Negara Sabet Trofi Platinum.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA. COM ). Untuk meningkatkan kinerja bagi para Insan Publik Relation ( PR ) di Indonesia, perlu adanya sebuah penghargaan yang tinggi kepada para PR.
Dan untuk memberikan Apresiasi Award tersebut, salah satunya menggelar Penghargaan tertinggi yang bertajuk PR Indonesia Award ( PRIA ) 2018.

Puncak acara PRIA 2018 yang berlangsung di sepanjang Jalan Tunjungan,Surabaya, Kamis ( 29 / 3 ) bertepatan dengan Festival Rakyat Surabaya bertajuk Mlaku – Mlaku nang Tunjungan.Alhasil di Malam Apresiasi PRIA 2018 penghargaan diberikan kepada 5 Instansi dan Korporasi terpilih. mereka adalah dari Kementerian Keuangan, PT Kereta Commuter Indonesia ( Persero ), PT BNI ( Persero ) Tbk, PT Telkomsel Tbk, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Ke- 5 terpilih sebagai peraih Trofi Platinum PRIA di apresiasi tertinggi yang diberikan kepada lembaga negara, kementerian, BUMN dan Korporasi swasta yang telah menghimpun penghargaan terbanyak di hampir semua lini kategori PRIA 2018.

” Inilah pesta olimpiade yang konprehensif,kemenangan yang disaksikan sekitar 500 praktisi PR seluruh indonesia dan kepala daerah serta CEO tersebut sangatlah berarti untuk mengukur kinerja dan produk humas ( PR ) disepanjang tahun, ” kata Founder sekaligus CEO Publik Relation di Surabaya.

” Persembahan PR yang akan dibawa ke Kantor masing – masing dapat menunjukan peran PR sangat penting,” tambahnya

Menurut Asmono, kepemimpinan yang menginspirasi menjadi tema sentral di malam penghargaan PRIA 2018.hal Ini dikarenakan kepemimpinan merupakan elemen penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi, termasuk di wilayah PR.

” Tanpa pemimpin yang memahami pentingnya PR dan memberikan ruang strategis kepada tim PR untuk berkembang, mustahil PR dapat memberikan kontribusi optimal,” terangnya

Bagi Kemenkeu dan KCI kemenangan ini bukanlah yang pertama. Tahun lalu, keduanya meraih trofi serupa. Kemenangan Kemenkeu memang sudah diprediksi sejak awal. Selain mengirim lebih dari 17 entri di semua kategori, mereka tampil All out hingga ikut berkompetisi di kategori CSR.

” Mereka sepakat Kemenkeu mampu membuktikan kapasitasnya sebagai PR zaman now, mampu membuat program yang dinamis, solutif, dan dikomunikasikan dengan baik kepada publik,” ujar Asmono

Yang lebih menggembirakan, langkah-langkah ini mulai diikuti oleh Goverment PR ( GPR ) lain. diantaranya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah kota Bandung, Tangerang, hingga Surabaya.

” Itu artinya, sudah terjadi revolusi cara berpikir di instansi pemerintah, Dari dua kali ini saya menjadi juri untuk PRIA, lompatan mereka tahun ini luar biasa,” papar juri kategori Program PR dan Departemen PR.Magdalena

Selain itu, juri pun menyoroti hal menarik lain. Banyak kategori, khususnya Program PR, yang mengarah ke digital dan menyasar kaum Millennial.

” Yang pasti, juri mencari siapa di antara para peserta yang berani tampil fokus, clear, dan otentik,” kata Asmono, juri Owned Media, Program PR dan Departemen PR.

PRIA adalah kompetisi yang rutin diadakan PR INDONESIA sejak 2016. Kompetisi yang memasuki tahun ketiga ini, terbuka diikuti korporasi dan organisasi baik pemerintah maupun nonpemerintah.

Delapan kategori dihadirkan tahun ini, tiga diantaranya kategori baru. Antara lain, Kategori Krisis (Pedoman Krisis, Penanganan Krisis), Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan Tahunan (Annual Report dan Sustainability Report). Kategori yang sudah ada sebelumnya meliputi Owned Media (Media Cetak, E-Magazine, dan Video Profile), Kanal Digital (Aplikasi, Website, dan Media Sosial), Program PR (Corporate PR, Government PR, Marketing PR, dan Digital PR), Program CSR (Sustainability Business dan Community Based Development), Departemen PR, dan kategori Terpopuler di Media yang menggandeng PT Isentia. Tak ayal, entri meroket menjadi 463 buah yang berasal dari 105 organisasi (72 korporasi dan 33 lembaga pemerintah). Tahun lalu, PRIA mengemas 224 entri.

Sebanyak 16 juri ahli dikerahkan untuk memberikan penilaian obyektif. Antara lain, Maria Wongsonagoro dan Magdalena Wenas (PR INDONESIA Gurus), Noke Kiroyan (Kiroyan Partners), Ariani Djalal (Kantor Staf Presiden), Troy Pantouw (Senior Consultant AIS Training and Consulting), Titis Widyatmoko (Pimred Brilio.net), Arbain Rambey (KOMPAS), Gunawan Alif (Indonesia CSR Society), dan banyak lagi.

Proses penjurian yang berlangsung secara maraton di Kantor PR INDONESIA, Jakarta, terbagi ke dalam dua metode. Yakni, sesi nonpresentasi dari Rabu (28/2/2018) hingga Jumat (2/3/2018) dan tanggal 6 8 Maret 2018 untuk sesi presentasi. ( Dji )