Komoditas Stok Pangan Jatim Menghadapi Bulan Ramadhan dan Lebaran Cukup Terkendali.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA. COM ) – Bagi masyarakat di Jawa Timur untuk menghadapi Bulan Ramadhan maupun Lebaran tidak usah resah dan tak perlu Kwatir adanya kurangnya kebutuhan stok Komoditas bahan pangan pokok,
Pasalnya, pasokan bahan pangan jatim untuk momen Ramadhan dan Lebaran seperti tahun sebelumnya telah terpantau aman. Di karenakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) Jawa Timi telahr melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga.

Menurut Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, Harmanta mengatakan, kebutuhan stok pangan pada Lebaran hingga pasca Lebaran di Jawa Timur akan terkendali.

” Stok komoditas pangan kita aman sampai dengan beberapa bulan ke depan ,” kata Harmanta usai melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota TPID Jawa Timur, diantaranya BULOG, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian serta Dinas Peternakan.

Harmanto mengungkapkan,jika memantau dari data Dinas Pertanian, komoditas pangan masih mengalami surplus, termasuk diantaranya beras dengan perkiraan produksi selama sub round I Januari hingga April 2018 sebesar 3.881 . 1 10 ton dan kebutuhan selama 4 bulan sebesar 1 .188.972 ton menciptakan surplus 2.692.138 ton yang mencukupi untuk kebutuhan 9 bulan ke depan.

” Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim panen gabah yang baru berakhir di bulan April lalu,” ungkapnya

Sementara untuk kebutuhan jagung, masih kata Harmanta. Di perkirahkan produksinya mencapai 1 .710.909 ton pipilan kering dengan kebutuhan konsumsi selama 4 bulan sebesar 40.908 ton menciptakan surplus 1 .670.001 ton.Keperluan bawang merah selama 4 bulan sebesar 35.960 ton dan perkiraan produksinya 1 13.584 ton, mencatatkan surplus 77.625 ton. Surplus tersebut cukup untuk kebutuhan 8,6 bulan ke depan.

” Untuk cabai rawit merah, keperluan konsumsi sebesar 1 5.636 ton untuk 4 bulan dan perkiraan produksi 40.145 ton, mencatatkan surplus 24.51 0 ton. Sementara, kebutuhan cabai merah besar selama 4 bulan sebesar 14.044 ton tertutupi dengan produksi sebesar 19.239 ton yang menghasilkan surplus 5.195 ton,” terangnya

Selain komoditas stok pangan, kebutuhan lain termasuk Bawang putih dan Kedelai, masyarakat Jatim tak perlu khawatir,Pasalnya Pemerintah telah melakukan impor kedua komoditas tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga stok keduanya pun dipastikan aman.
Meskipun stok di rasa sangat mencukupi.Namun TPID Jawa Timur menyadari bahwa harga komoditas terpantau akan mengalami kenaikan harga.Hal ini seiring dengan peningkatan permintaan menjelang Ramadhan.

Namun, Harmanta yakin. Kenaikan tersebut diyakini masih dalam batas yang wajar dan bahkan beberapa diantaranya mulai memperlihatkan kecenderungan penurunan harga hingga tanggal 21 Mei 2018, berdasarkan pantauan harga SISKAPERBAPO, harga telur ayam ras yang selama beberapa waktu terakhir memperlihatkan kenaikan, kini mulai menurun.

” Berdasarkan historisnya, mendekati pertengahan bulan Ramadhan harga telur ayam diperkirakan akan mengalami penurunan,” tuturnya

” Harga daging ayam ras juga masih mengalami kenaikan, namun demikian data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa Stok daging ayam ras dan telur ayam ras tercatat aman, ” tambah Harmanta

Untuk mengantisipasi potensi meningkatnya tekanan harga pada Ramadhan dan menjelang Lebaran, TPID Jawa Timur secara proaktif melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, diantaranya Gerakan Stabilisasi Harga Pangan ( GSHP ) di sejumlah outlet Rumah Pangan Kita ( RPK ), pasar tradisional dan berbagai lokasi Iain.

” Kita lakukan Operasi Pasar Mandiri, Pemberian OP Subsidi, Pasar Murah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, monitoring Stok dan pengawasan barang beredar, serta program angkutan mudik balik gratis untuk transportasi laut, bus, kereta api dan pengangkutan sepeda motor,” terangnya

Harmanta meyakini, dengan pergerakan yang di lakukan oleh TPID Jawa Timur di sejumlah langkah yang diambil, inflasi Jawa Timur tetap akan dapat terkendali pada periode Ramadhan dan lebaran 2018.Namun Harmanta meminta agar diperlukan kerjasama masyarakat untuk tetap dapat menjaga kestabilan harga.

” Walaupun pasokan tersedia namun ekspektasi konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat pada Ramadhan dan menjelang Lebaran justru menjadi pemicu utama meningkatnya harga,” jelasnya

Harmanta berharap agar masyarakat dihimbau tidak perlu melakukan ekspektasi yang dapat memicu adanya kenaikan harga yang berujung akan merugikan masyarakat itu sendiri.
” Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak panic buying dan membeli barang secukupnya atau sewajarnya, sehingga dapat meminimalisir potensi risiko spekulan dalam mempermainkan harga, untuk itu. mari Bersama-sama terutama warga Jawa Timur supaya tetap menjaga kestabilan harga pada bulan Ramadhan dan lebaran di tahun 2018 ini,” pungkas Hermanta.       ( Dji )