Sekolah MDC dan Benih Kasih Surabaya Utamakan Pendidikan Karakter dan Membentuk Atmosfir Spiritual.

 

 

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sekolah Masa Depan Cerah ( MDC ) merupahkan lingkungan pendidikan yang masuk pada kategori SD, SMP dan SMA serta PG dan TK Benih Kasih adalah sekolahan yang berada dalam naungan Yayasan Cahaya Harapan Bangsa.

Kurikulum Pendidikan yang dipakai di sekolah MDC dan Benih Kasih adalah Kurikulum Nasional yang mengacu 8 Standard Nasional Pendidikan.

Seperti yang dipaparkan oleh Drs. Sinung Harjanto.S.Th.N.A selaku Direktur Akademik Yayasan Cahaya Harapan Bangsa. Dasar dari pemakaian kurikulum nasional Sekolah MDC dan Benih Kasih menempatkan diri sebagai bagian integral dari upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

” Sesuai dengan kebijakan pemerintah, maka sekolah juga mengembangkan suatu kurikulum yang mengangkat kearifan lokal yang diwujudkan dalam kurikulum dengan muatan lokal, dimana muatan lokal ini menjadi ciri khas sekolah MDC dan Benih Kasih,” katanya saat menggelar Konferensi Pers. Sabtu ( 6/10/2018 )

Menurutnya. Ciri khas inilah yang membedakan sekolah MDC dan Benih kasih dengan sekolah-sekolah yang lain. Secara garis besar, ciri khas sekolah MDC dan Benih Kasih adalah mengalirkan karakter dan membentuk atmosfir spiritual,

” Yang paling utama di MDC ini adalah mengembangkan lifeskills dan membangun akademik,” ujar Sinung

Dalam proses pembelajaran, Masih kata Sinung, sekolah memberikan porsi yang berbeda untuk masing+masing jenjang. Pada kelas Play Group ( PG ) dan Taman Kanak – kanak ( TK ) serta pendidikan dasar ( SD ) porsi untuk mengalirkan karakter lebih besar daripada membangun akademik. Sedangkan untuk Level pendidikan menengah SMPdan SMA porsi yang diberikan lebih besar kepada akademik daripada mengalirkan karakter ( bagan Marzano dan Bruner ).

” Pemberian porsi yang berbeda ini karena sekolah menyadari bahwa pendidikan yang holistik harus menyentuh tiga ranah dari siswa yakni knowledge, psikomotorik, dan afektif,” tandasnya

Kata kunci dari pendidikan di sekolah MDC dan Benih Kasih adalah kata ”perubahan”. Harapan terbesar dari sekolah terhadap civitas akademika atau warga sekolah adalah terjadinya perubahan yang positif,

” itulah sebabnya visi yang menggerakkan sekolah ini adalah ”Making Agents of Change”. Visi inilah yang akan menggerakan perubahan yang terjadi di dalam yang akan berdampak pada perubahan di luar,” terang Sinung

” Artinya Perubahan dari guru akan berdampak pada perubahan siswa, perubahan siswa akan berdampak pada perubahan sekolah, perubahan sekolah akan berdampak pada lingkungan sekitar, dan akhirnya perubahan pada lingkungan sekitar akan berdampak pada perubahan di lingkup yang lebih besar.
Itulah sebabnya sekolah melihat bahwa guru memiliki peran yang sentral dalam mengupayakan perubahan sehingga dampak yang diberikan oleh sekolah menjadi signifikan,” jelasnya

Sinung menambahkan, sebagai contoh di level PAUD dan SD, ketika para guru berhasil membangun kebiasaan berdoa kepada para siswa untuk kegiatan apapun, maka kebiasaan ini akan mereka bawa sampai ke rumah, sehingga mereka akan meminta orang tua mereka juga berdoa sebelum beraktifitas. Beberapa orang tua memberikan kesaksian bahwa mereka memiliki kebiasaan berdoa karena terinspirasi dari anak mereka. Di level SMP dan SMA, diajarkan tentang membedakan manakah keinginan dan kebutuhan sehingga para siswa akan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

” Perubahan ini akan berdampak pada bagaimana siswa mengatur keuangan mereka dan mengatur waktu mereka. Ketika mereka mampu mengatur keuangan dengan bijak maka akan berdampak kepada keluarga mereka (beberapa orang tua memberikan apresiasi karena anak mereka mepgalami perubahan dalam hal mengatur keuangan mereka,” tuturnya

Selain pada lingkungan pendidikan, konsep lain seperti kantin MDC juga menjadi pendukung, dan masa depan mereka jadi perubahan akan menghasilkan dampak yang baik bagi siswa

” Buah dari pelayanan sekolah MDC dan Benih Kasih terlihat dari siswa yang bernama Dinda Fuji Sanjaya yang sudah melewati jenjang PGTK Benih Kasih dan MDC yang akhirnya menjadi guru atau mengabdikan diri di Sekolah MDC sebagai guru Olah Raga SMP,” terang Sinung

Dalam hal mengembangkan wawasan sekolah juga merancang~ outing secara berjenjang, pada level PAUD dan SD mereka akan mengunjungi tempat-tempat di Surabaya dan sekitarnya, untuk level SMP mereka mengunjungi tempat-tempat di luar kota Surabaya seperti kegiatan Science Study Center di Bali dan kegiatan Socio~Culture Study di Yogyakarta. untuk level SMA mereka mengunjungi tempat-tempat di Indonesia dan luar Indonesia

” Di Kediri dengan kegiatan Live-in dan Singapura serta Korea Hengan kegiatan International Exposure Program,” urai Sinung

Sekolah juga mengembangkan pembelajaran yang terpadu sehingga sekolah MDC menjadi sekolah pembelajar sekaligus sekolah yang memiliki dampak sosial. Misalnya dengan salah satu value sekolah yaitu care ( value yang lain adalah responsibility, respect, dan excellence ). Di level PAUD, para siswa diajar untuk memiliki kemurahan hati sedangkan di SD, SMP, dan SMA mereka diajarkan untuk memiliki care kepada orang lain dan itu diwujudkan dalam bentuk aksi sosial untuk masyarakat di lingkungan sekitar sekolah.

Bentuk pembelajaran terpadu yang lain adalah siswa SMP’diajar tentang materi tekanan yang dipadukan dengan pembelajaran tentang pompa tanpa listrik yang bisa mengangkat air setinggi 25 meter ( dalam program SSC ), ketika mereka SMA mereka membuat alat pompa dan memasangnya di daerah yang kesulitan air ( dalam program Live-in ). Contoh yang Iain, ketika para siswa diminta untuk mengeksplorasi hutan mangrove, maka setelah eksplorasi mereka bisa menghasilkan ide tentang wisata manggrove membuat lagu tentang menyelamatkan mangrove

Dalam bidang akademik, sekolah MDG sudah menghasilkan banyak estasi baik yang akademik dan non-akademik. Sebagai contoh, siswa SMA berhasil menjadi pemenang dalam berbagai lomba baik tingkat nasional aupun internasional. Seperti di ajang Global Youth Summit dan Trivia UNSW.    ( Dji )