Gelar Kongres IPI ke – XIV, Pustakawan Dukung Pembangunan Berkelanjutan.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) Ikatan Pustakawan Indonesia ( IPI ) adalah Organisasi Profesi Pustakawan tingkat Nasional yang beranggotakan para Pustakawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Pustakawan merupakan salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam proses pembangunan. Oleh karenanya. Pustakawan dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Saat ini perpustakaan telah diakui mempunyai dampak terhadap kehidupan masyarakat luas melalui berbagai peran, termasuk peran dalam menunjang TPB ( Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ). Pustakawan sebagai motor penggerak perpustakaan dengan sendirinya harus meningkatkan dan menyesuaikan kemampuannya seiring perkembangan jaman. Pustakawan dituntut selalu menambah wawasan dalam memerankan diri sebagai penyedia informasi untuk masyarakat.

Hal ini seperti yang diungkapkan Drs. Deddi Junaedi. M.Si selaku Kepala Kongres IPI ke XIV dan Seminar Nasional IPI Tahun 2018 kali ini merupakan salah satu upaya Pustakawan untuk menambah wawasan dan memantapkan kompetensinya sebagai penyedia informasi. Kongres IPI dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun sekali dan diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Dan pelaksanaan Kongres XIV tersebut Jatim terpilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kongres yang sudsh berjalan 45 Tahun

Bertempat di Hotel Bumi, JI. Jendral Basuki Rahmat 106-128, Surabaya, Kongres IPI ke XIV Tahun 2018 kali ini di akan ditetapkan perubahan AD/ART dan kode etik, program kerja serta yang bertajuk ” Transformasi Pustakawan Dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.digelar Tanggal 9 – 12 Oktober 2018
Tujuan Kegiatan kali ini. Masih menurut Deddi Junaidi, adalah, pertama pertanggungjawaban pelaksanaan Program Kerja IPI Periode 2015-2018, menyusun Program Kerja Baru, meninjau ulang AD/ART, kode etik dan memilih Ketua Umum IPI Periode 2018-2021.

” Kedua meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pustakawan Indonesia yang mampu memberikan layanan prima, ketiga memperkuat jaringan dan kerja sama Pustakawan Indonesia sekaligus berbagai pengalaman dan pengetahuan,” terangnya

Dedimenjelaskan. peserta Kongres IPI terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Dewan Pembina dan Peninjau, sedangkan peserta Seminar Ilmiah Nasiona| \P\ terdiri dari komponen Pengurus Pusat, Pengurus Daerah Provinsil Kabupaten dan kota, Pustakawan, Mahasiswa, Pemerhati kepustakawanan dan Masyarakat umum.

Selama kegiatan Kongres dan Seminar Hmiah ditempat yang sama diselenggarakan juga Pameran Perpustakaan, Klinik Bidang Kepustakawanan, Demo Produk TlK, dan Pameran Produk LokaL Selain itu peserta kongres akan diajak berwisata kota ( Tour city ) di Surabaya, diantaranya di Tugu Pahlawan, Monumen Surabaya, Grandcity. Panitia juga memfasilitasi peserta untuk mengadakan kunlungan kerja ke beberapa perpustakaan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara.

” Mengingat peserta dari berbagai daerah di Indonesia, panitia juga menyediakan pilihan wisata di Jawa Timur dengan biro travel yang sudah menyediakan paket wisata, untuk paket ini peserta membayar sendiri,” ungkapnya

Pada Seminar Ilmiah Nasional IPI ke – 45 tersebut. Pemerintah Provinsi Jatim menghadirkan pembicara diantaranya Christine Mackenzie. President-lnternasional Federation Of Library associations. ( IFLA ), Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyampaikan materi yang disajikan, salah satunya adalah Impassing Jabatan Pungsional Pustakawan dan Formasi JFP,

” Peserta Kongres IPI terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Daerah as Dewan Pembina dan Peninjau, sedangkan peserta Seminar Ilmiah Nasional P terdiri dari komponen Pengurus Pusat, Pengurus Daerah Provinsi. Kabupaten dan kota, Pustakawan, Mahasiswa, Pemerhati kepustakawanan dan Masyarakat umum.” tandas Dedi

Selama kegiatan Kongres dan Seminar ilmiah yang diselenggarakan juga di Pameran Perpustakaan, Klinik Bidang Kepustakawanan, Demo Produk TlK, dan Pameran Produk LokaL

” Selain itu peserta kongres akan diajak berwisata kota di Surabaya, diantaranya di Tugu Pamawan, Monumen Surabaya, Grandcity. Panitia juga memfasilitasi peserta untuk mengadakan kunlungan kerja ke beberapa perpustakaan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara. Mengingat peserta dari berbagai daerah di Indonesia, panitia juga menyediakan pmhan wisata di Jawa Timur dengan biro travel yang sudah menyediakan paket wisata, untuk paket ini peserta membayar sendiri.” pungkas Dedi.   ( Dji )