Sipoa Grup Kembali Gelontorkan Dana Refunds Sebesar 7,9 MIliar kepada 73 Konsumen.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Setelah melakukan pembayaran dana Refunds kepada 14 konsumen pada Jumat kemarin ( 7/12/2018 ). Yang sebesar 2,7 Miliar. Kini Sipoa Grup untuk kali kedua kembali menggelontorkan pembayaran dana Refunds kepada 73 konsumen dari kelompok Dikky Setiawan dan kawan-kawan, dengan nilai total sebesar            Rp.7,9 Miliar.

Dengan pembayaran refunds konsumen yang sudah dilakukan 2 kali pertemuan tersebut , Sipoa Grup telah melunasi seluruh kewajiban refunds 87 orang konsumen, yang perkaranya mulai disidang di PN Surabaya ( 6/11 ), dengan agenda pembacaan Surat Dakwaan tersebut. Refunds langsung diberikan oleh Sipoa Grup, di Bank BCA Rungkut, Jl. Raya Kendangsari Industri No. 2, Kota Surabaya (10/1). Konsumen yang menerima antara lain, Dikky Setiawan, Khumayati, Satria Gunawan, Edy Soehartono, Edi Harsono Pratikno, Agung Nugroho, dan lain-lain.

” Melalui TB2, Sipoa Grup menanti permintaan dari konsumen lainnya yang menghendaki solusi cepat dalam bentuk cash dan pemberian hak tanggungan, yang akan diberikan tanpa ada pemotongan apapun” kata Sugeng Teguh Santoso, SH selaku kuasa hukum Sipoa Grup.Senin ( 10/12/2018 )

Menurut Sugeng Teguh Santoso, hingga saat ini ada 125 orang konsumen yang telah menerima refunds. Sedangkan 200 orang konsumen lainya yang tergabung dalam TB2 sudah menerima jaminan refunds, berupa asset 7 bidang tanah milik persero senilai Rp. 40 milyar. Pemberian jaminan itu sejenis model hak tanggungan, berjangka waktu selama 6 (enam) bulan. Apabila dalam tempo 6 bulan Sipoa Grup gagal bayar, 200 orang konsumen tersebut dapat menjual aaset milik Sipoa Grup yang dijaminkan, dengan kuasa jual yang dimilikinya.

” Refunds untuk sisa seluruh konsumen bila ingin cepat lebih baik memakai role model TB2. Sipoa Grup memiliki asset jauh lebih dari cukup dibandingkan dengan total nilai kewajibannya dengan konsumen. Sipoa Grup lebih rela asset persero jatuh ke tangan konsumen dari pada dicaplok mafia,” ujarnya

Terlunta-luntanya pelaksanaan refunds, Masih kata Sugeng, karena selama ini ada oknum yang selalu merintangi itikad baik Sipoa Grup yang ingin mengembalikan uang konsumen. Baik melalui refunds tunai, maupun dengan memakai role model TB2.

” Rintangan itu datang dari oknum yang memiliki latar belakang memberikan pebantuan kejahatan kepada kelompok mafia yang ingin mencaplok asset Sipoa Grup. Oknum ini yang menghendaki penyelesaian masalah ditempuh melalui hukum pidana,” ungkap Sugeng

Meskipun masalahnya sendiri adalah pekara yang masuk dalam ranah perdata. Rintangan juga datang dari oknum yang berperan sebagai koordinator yang menerapkan pemotongan uang hingga mencapai 30% dari total uang refunds yang diterima konsumen.

” Padahal Sipoa Grup tidak memberlakukan adanya pemotongan. Inilah problemnya selama ini. Untuk menghindari adanya pemotongan, disarankan konsumen lebih baik berhubungan langsung dengan Sipoa Grup melalui TB2,” pintah Sugeng

Seperti diketahui.Lanjut Sugeng, beberapa waktu belakangan ini pers nasional dan Surabaya ramai menyorot kasus Budi Santoso dan. Ir. Klemens Sukarno Candra, bos Sipoa Grup yang menjadi korban praktek mafia hukum, yang melibatkan: oknum aparat penegak hukum, pengusaha hitam, oknum anggota DPR RI, oknum tokoh organisasi, dan oknum tokoh wartawan. Budi Santoso, Ir. Klemens Sukarno Candra, dan Aris Birawa, dijadikan terdakwa dalam dua kali “episode”, dengan persangkaan melanggar pasal penggelapan dan penipuan dalam pelaporan pidana yang direkayasa,

” Yang berlatar belakang pencaplokan  asset  Sipoa Grup milik kedua terdakwa, oleh kelompok yang diidentifikasi sebagai Konsorsium Mafia Surabaya,” tutur Sugeng

” Melalui bantuan oknum aparat penegak hukum, pada medio April 2018, Konsorsium Mafia Surabaya ini  merencanakan perampasan asset perusahaan PT. Bumi Samudra Jedne (Sipoa Grup) milik para terdakwa senilai  Rp. 687,1 milyar. Namun harga dibandrol sepihak oleh Konsorsium Mafia Surabaya hanya  sebesar   Rp. 150 milyar,” tandasbya

” Rencana kejahatan pencaplokan asset itu diwarnai adanya intimidasi selama Bos Sipoa Grup ini berada dalam tahanan. Bila permintaan itu tidak dipenuhi, melalui seorang pengacara yang direkomendasikan oknum penyidik, Budi Santoso dan               Ir. Klemens Sukarno Candra diancam akan ada 50 laporan polisi lagi bakal digulirkan.” ujar Sugeng Teguh Santoso yang juga Sekjen organisasi advokat PERADI.

Karena pada episode pertama permintaan itu ditolak, Masih kata Sugeng. praktek mafia hukum Episode Kedua pun digulirkan, dan kini dalam tahap awal persidangan di PN Surabaya.  Namun intimidasi itu kini sudah berlalu, seiring dengan telah dicopotnya Kapolda Jawa Timur yang lama Irjen Pol Machfud Arifin ,dan digantikan kepada Irjen Pol Luki Hermawan. Budi Santoso dan Ir. Klemens Sukarno Candra menurut Sugeng, SH, ditarget Konsorsium Mafia Surabaya agar lama tetap berada di penjara, dengan cara

” Mendorong dan memperalat instrumen pelaporan, penyidikan dan pra penuntutan, yang terjadi di lembaga kepolisian dan kejaksaan. Kasus ini  dapat merusak iklim investasi di Jawa Timur,” tandasnya

Mengenai Laporan Polisi  Dikky Setiawan (87 orang), sesuai LP No. LBP/373/III/2018/IM/JATIM 26 Maret 2018 .Budi Santoso dan  Ir. Klemens Sukarno Candra merupakan bentuk praktek mafia hukum Episode Kedua. Konsumen kelompok Dikky Setiawan yang berjumlah 87 orang ini jatuh tempo serah terima unit tahun 2019. Sehingga sejatinya pelaporan pidananya ke Polda Jatim, tergolong premature. Namun pemberkasannya tetap dipaksakan oleh oknum penyidik Polda Jawa Timur, bersama-sama oknum Jaksa Kejati Jawa Timur.

” Kasus posisi perbuatannya sama dengan praktek mafia hukum Episode Pertama. Hanya, dalam LBP/373/III/2018/IM/JATIM 26 Maret 2018 penyidik menambahkan alat bukti adanya cek kosong yang dikeluarkan perusahaan PT. Berkat Royal Propertindo (Sipoa Grup)..” kata Sugeng

Ditempat yang sama Ary Istitiningtyas Rini.SH.selaku Humas Paguyuban Customers Sipoa ( PCS ) menambahkan, bahwa Pihaknya bersama pengurus dan anggota PCS.menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi serta itikad baik dari Sipoa Group melalui Kuasa hukumnya Edy Martono.

 

” Hari ini ( 10/12/2018 ) Sipoa Group telah membayar kembali seluruh kerugian oleh para korban yang jumlahnya kurang lebih 11.600 miliar untuk 73 orang,” katanya
Terlebih dengan dibayarnya seluruh kerugian. Masih kata Ary, semoga menjadi cikal bakal terbayarnya sisa kerugian anggota PCS lainnya yang berjumlah 500 orang.   ( Dji )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*