Tingkatkan Pemahaman Bisnis dan Keuangan syariah, OJK jatim Ajak Muslimah Terapkan Buku Bertajuk Desiminasi Buku Pintar Keuangan Syariah.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Guna untuk mengembangkan potensi keuangan yang berbasis terhadqp bisnis syariah .Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Regional 4 Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Desiminasi Buku Pintar Keuangan Syariah.

Acara yang digelar rutin setiap tahun oleh OJK tersebut dihadiri oleh Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Nina Soekarwo dan sekitar 350 undangan terdiri dari para Mubalighot perwakilan dari Muslimat Nadhlatul Ulama ( NU ) Jawa Timur, Aisyiyah Jawa Timur, Muslimat Hidayatullah Jawa Timur dan perwakilan dari Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono dalam sambutannya mengatakan, bahwa share aset perbankan syariah di Jawa Timur pada posisi Oktober 2018 sebesar 5,35% masih tercatat lebih rendah dibandingkan share Nasional yang mencapai sebesar 5,78%.
Pada posisi yang sama. Masih kata Heru, total pembiayaan yang disalurkan oleh Perbankan Syariah di J awa Timur telah mencapai Rp27 ,5 triliun tumbuh 13,05% (yoy) dengan share terhadap total kredit perbankan di Jawa Timur mencapai sebesar 5,79%.

” Sementara itu, total dana masyarakat yang dikelola oleh perbankan syariah mencapai Rp28,5 triliun, tumbuh 13,95 persen ( year on year ) dengan share terhadap total seluruh dana simpanan masyarakat di Jawa Timur mencapai sebesar 5,20 persen,” kata Heru saat hadir pada acara Destiminasi Buku Keuangan Syariah di  JW.Marriot. Surabaya.Senin. ( 17/12/2018  )

Heru menjelaskan. Data tersebut menunjukkan bahwa keuangan syariah di Jawa Timur masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan, terutama didukung fakta bahwa jumlah penduduk muslim di Jawa Timur yang mencapai 97 persen dari total penduduk,

” terdapat lebih dari 6.000 pondok pesantren di Jawa Timur dengan jumlah santri mencapai lebih dari 1 juta santri dan terdapat 37.686 masjid dan 106.647 mushola di Jawa Timur dengan jumlah jama’ ah mencapai lebih dari 8 juta jama’ah,” jelas Heru

Heru menambahkan, hasil survey Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016. Indeks Literasi Keuangan Syariah di Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar 29.35 persen tertinggi di seluruh Indonesia, mengalahkan Provinsi Aceh yang hanya sebesar 21.09 persen.

” Hal tersebut menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jawa Timur terhadap layanan keuangan syariah sudah meningkat dan bahkan lebih baik dibandingkan propinsi lainnya dengan mayoritas muslim terbesar di Indonesia,” terangnya

Namun demikian, indeks inklusi keuangan syariah di Provinsi Jawa Timur yang sebesar 12,21% jauh lebih rendah dibanding Aceh mencapai 41,4 persen.hal ini menunjukan, bahwa tingkat literasi masyarakat jatim terhadap produk dan jasa keuangan syariah tidak terlalu baik.

Hal ini sebagian besar masih belum menggunakan produk dan layanan syariah.hasil survei tersebut menunjukan bahwa tingkat literasi atau iklusi perempuan terutama kaum ibu rumah tanggah masih tergolong rendah indeks literasi keuangan syariah perempuan 7,3 persen. Sedangkan indeks iklusinya 10,9 persen.Sedangkan i deks iklusinya 7,9 persen.

” Dilain sisih ,hasil survei 55,6 persen keputusan oleh kepala keluarga dikonsultasikan dengan istri.kondisi inilah bahwa peran serta istri sebagai pengelolah keuangan dalam keluarga belum didukung dengan pemahaman yang memadai terhadap konsep keuangan syariah dan aplikasinya,” ujar Heru

Dengan tujuan untuk meningkatkan market share keuangan syariah di Jatim.OJK KR 4 Jatim menyadari perlu adanya kampanye san edukasi keuangan syariah kepada ibu – ibu selaku pengambil keputusan keuangan dalam keluarga.

” Sehingga muncul gagasan OJK untuk menerbitkan buku pintar keuangan syariah yang direfensi bagi muslimah untuk mengelolah keuangan secara islami,” jelasnya

Di tempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Nina Karwo menambahkan, peluncuran pedoman buku Desiminasi Buku Pintar Keuangan Syariah adalah untuk membekali para kaum ibu – ibu tentang cara pengelolaan keuangan syariah

” Tujuan utama acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para muslimah, mengenai konsep bisnis dan keuangan syariah serta implementasinya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat dapat menerapkan prinsip syariah secara kaffah,” pungkasnya.   ( Dji )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*