Dorong Inflasi Jatim Tetap Terkendali. BI Jatim Gelar TPID .

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA. COM ) – Di awal tahun 2019 . Bank Imdonesia sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan High Level Meeting ( HLM ) TPID Provinsi Jatim tahun 2018 dan penyusunan Roadmap pengendali Inflasi Tahun 2019 hingga 2021
Pada acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jatim Pakde Karwo yang sekaligus sebagai Ketua TPID Provinsi Jawa Timur dan didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yakni Difi Ahmad Johansyah.

Pada gelar rapat tersebut, TPID fokus pada evaluasi dan rencana program pengendalian inflasi Jawa Timur di tahun 2019 – hingga 2022.

Menurut Soekarwo Gubernur Jatim mengatakan, mengenai Distribusi Jatim, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah bekerjasama dengan merchant e – commerce Buka Lapak untuk menyediakan penjualan komoditas bahan pokok dari warung terdekat langsung ke konsumen.

” Dengan adanya skema kerjasama ini, kita mampu memotong rantai dan biaya distribusi serta empowering ritel tradisional agar mampu berkompetisi dengan ritel modern,” kata pakde karwo saat menghadiri acara TPID di Hotel JW.Marriot Surabaya. Rabu ( 23/1/2019 )

Program pengendalian inflasi tahun 2019-2021. Masih kata pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo berfokus pada 4 strategi utama atau 4 K, yaitu 1. Keterjangkauan Harga, dengan program stabilisasi harga dan pengelolaan permintaan ,enurutnya. Ketersediaan Pasokan, dengan program memperkuat produksi, cadangan pangan pemerintah, dan pengelolaan ekspor-impor pangan serta memperkuat kelembagaan

( 3 ) Kelancaran Distribusi, dengan program mendorong kerja sama perdagangan antar daerah dan meningkatkan infrastruktur perdagangan serta
( 4 ) Komunikasi Efektif, dengan program memperbaiki kualitas data serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah.

” Dengan adanya berbagai program dan strategi yang disepakati oleh TPID Jatim, diharapkan inflasi Jawa Timur selama 4 tahun ke depan dapat terkendali dengan tata niaga pangan yang baik.” ujarnya.

Di tempat yang sama Difi Ahmad Johanya. Bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, inflasi Jawa Timur masih terkendali dalam batas target dan menunjukkan tren penurunan.

” Pada tahun 2018, inflasi Jawa Timur terkendali di 2,86 % ( YOY ) dan ini lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 3,13 % ( YOY ) ,” kata Difi Ahmad Johansyah

Tidak hanya pada Inflasi yang terkendali.Namun, juga pada Tren penurunan inflasi juga terlihat dari pergerakan inflasi bulanan Jawa Timur dimana rata-rata inflasi bulanan Jawa Timur tercatat terus mengalami penurunan dibanding rata-rata inflasi 5 (lima) tahun terakhir.
” Hal ini mengindikasikan perkembangan yang sangat positif, yaitu ketahanan ekonomi Jawa Timur dalam meredam tekanan inflasi yang bersumber dari komoditas volatile food atau bahan pangan,” ujar Difi

Difi mengungkapkan. Harga komoditas strategis Jawa Timur yang relatif terjaga pada level rendah, berpotensi menyebabkan aliran barang keluar dari Jawa Timur ( outflow komoditas ) masih cukup tinggi, terutama wilayah yang masuk dalam kategori defisit komoditas.

” Kita harus terus membenahi tataniaga pangan dan memperkuat kelembagaan petani agar dapat memantau pergerakan barang dengan lebih baik dan memastikan kecukupan stok untuk pemenuhan wilayah Jawa Timur,” pungkas Difi. ( Dji )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*