Manfaatkan akses digital E – Commerce, BI Jatim Ajak 500 UMKM Jatim Ikuti Pelatihan Digital.

 

Surabaya : ( KABAARAKTUALITA.COM ) – Seiring dengan perkembangan teknologi informasi serta semakin luasnya jaringan internet, jumlah pengguna internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya penetrasi smarphone maupun tablet yang telah mencapai 50,08% di Indonesia juga mendukung semakin meluasnya penggunaan internet di Indonesia.

Hal inilah yang mendorong munculnya berbagai aplikasi atau platform berbasis internet termasuk Fintech, e – commerce maupun marketplace yang menawarkan berbagai pilihan serta dapat mengubah perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja secara konvensional menjadi secara online.

Memperhatikan fenomena tersebut, Bank Indonesia Jawa Timur mengajak seluruh Usaha Kecil Mikro Menengah ( UMKM ) dapat menggunakan daganggan secara media sosial yang beraplikasi.

” Kami memperhatikan dengan banyaknya channel penjualan saat ini, sebagian besar UMKM masih lebih memanfaatkan media sosial sebagai tempat berdagang online daripada memanfaatkan e-commerce maupun marketplace. Padahal, dengan bergabung di marketplace , akan semakin membuka akses pasar UMKM,” kata Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur saat hadir pada acara pembukaan ” Sukses Wirausaha di Zaman Digital

Menyadari hal tersebut, Bank Indonesia Jatim juga mendorong perluasan dan penetrasi pasar UMKM melalui pemanfaatan akses digital e – commerce melalui pelatihan digital kepada UMKM Jawa Timur, dalam program on boarding UMKM bertajuk “Sukses Wirausaha di Zaman Digital” dilakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Indonesian E-Commerce Association (IdEA) dan Bukalapak ini diikuti oleh 500 UMKM di Jawa Timur.

Disini, UMKM mendapatkan pengetahuan dan pelatihan, mulai dari teknik fotografi produk, copywriting, teknik memaksimalkan penjualan melalui media sosial hingga dibantu untuk memasarkan penjualannya di marketplace Bukalapak. Ke depan, BI juga telah memiliki sejumlah program untuk membuka akses pasar ekspor bagi produk UMKM yang telah ready to export.

” Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia untuk meningkatkan ekspor sehingga mampu mengurangi defisit transaksi berjalan yang saat ini sedang terjadi,” ujar Difi.

BI berharap, layaknya pesawat, setelah on boarding, UMKM Jawa Timur dapat terbang dengan kualitas dan kapasitas produksi yang baik serta dapat memperluas akses pasarnya,” pungkas Difi.   ( Dji )