Program Business Matching, BI Jatim Dorong UMKM Ekspor Produk Unggulan Ke Pasar Jepang.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Untuk mengurangi adanya Defisit transaksi berjalan melalui peningkatan ekspor. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerjasama Indonesia – Japan Business Network menggelar Business Matching Indonesia – Jepang Ekspor Produk Unggulan Jawa Timur.

Bertempat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, kegiatan tersebut dihadir Emil Dardak, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur dan diikuti sekitar 60 UMKM Jatim Binaan Kantor Perwakilan BI se – Jawa Timur serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan, nilai impor Jepang sekitar US$ 600 juta atau 5 kali lipat ekonomi Jawa Timur.

” Dengan melihat angka yang sangat besar ini, tentunya membuka peluang yang lebar untuk Jawa Timur menjadi mitra Jepang,” kata Emil.

Ditambahkan Emil, Quality Control ( QC ) Jepang yang tinggi menjadi salah satu pemicu adanya permasalahan yang dihadapi oleh para eksportir.

” Meski begitu, kita tak boleh mudah menyerah. Jangan sampai hanya diberi feedback negatif lalu kita mundur,” ujarnya

” Prinsipnya adalah “Ojo Wedi” atau “jangan takut terhadap langkah ekspor,” imbuh Emil Dardak

Pada acata tersebut, Emil sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia ini. pasalnya dengan kegiatan tersebut para UMKM dapat mendongkrak potensi – potensi yang ada di Jawa Timur

” Melihat dari UMKM yang hadir, sebagian diantaranya telah ready to export, sebagian yang lain telah memiliki potensi untuk ekspor. Hal ini harus terus kita dorong,” pintahnya

Apalagi program tersebut telah di dukung baik dari BI, yang telah berhasil membina pelaku industri kopi di beberapa titik di Jatim.

” Banyak yang sudah menjadi profesional dan bisnisnya jalan. Sehingga apa yang dilakukan BI ini punya track record yang baik,” ungkap Emil

Salah satu strategi untuk menembus pasar ekspor adalah dengan membuat Communal Branding. Jika UMKM berjuang sendiri-sendiri tentu susah,

” Namun jika kita membuat aliansi dengan membantu satu sama lain memanfaatkan jejaring yang sudah ada dan memiliki standardisasi produk dan kapasitas, tentunya akan lebih mudah,” terang Emil.

Di tempat yang sama Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim. Difi Ahmad Johansyah menambahkan,QC permasalahan perizinan dan standardisasi produk, kemampuan Sumber Daya Manusia, kapasitas produksi serta minimnya saluran pemasaran juga dihadapi oleh sejumlah UMKM yang mencoba masuk ke pasar Jepang.

” Pada kegiatan ini, BI berperan menjadi mak comblang bagi UMKM untuk dipertemukan dengan pasar Jepang yang diantaranya adalah anggota dari IJB – Net ,” terang Difi A. Johansyah

Sebagai kelanjutan dari program ini. Masih kata Difi, Pihaknya akan melakukan kegiatan terkait program dengan business matching,

” Sebelumnya kami telah melakukan kegiatan serupa dengan Malaysia dan sudah ada beberapa yang tembus pasar Malaysia. Rencananya, pada hari Kamis juga akan diadakan kegiatan serupa dengan buyer dari Singapura,” ujarnya

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi UMKM agar produk yang ada jawa timur lebih berkualitas

” Tujuannya agar mereka mendapatkan produk Jatim yang berkualitas sesuai kebutuhan pasar Singapura,” tutup Difi.   ( Dji )

 

 

Poto. : Difi.A.Johansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*