Dorong Peningkatan Kapasitas Produk UMKM, BI Jatim Gelar ” Business Matching ” Bersama Investor Singapura.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) -Pada era Globalisasi saat ini arus perdagangan barang dan jasa sepertinya tanpa adanya penghalang atau Barrier to Entry rendah

Untuk meningkatkan eksitensi daya saing produk lokal berbasis UMKM tersebut perlu adanya perbaikan dan pembenahan kapasitas serta kualitas UMKM, sehingga dapat bersaing di pasar ekspor
Alhasil upaya UMKM lokal Jawa Timur telah membuahkan hasil yang lebih baik, yakni mengekspor produk lokal jatim hingga ke Negara Singapura. Namun untuk meningkatkan kapasitas ekspor UMKM Jatim ke Singapura tersebut Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Business Matching dengan investor Singapura.

Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur mengatakan, Sejak beberapa tahun belakangan, Singapura telah menjadi salah satu negara tujuan ekspor Jawa Timur, bahkan yang terbesar di antara Negara ASEAN, terutama untuk Industri non migas.

” Pada periode Januari hingga Maret 2019, ekspor non migas Jawa Timur ke Singapura adalah sebesar US$ 364,8 juta atau 5,73% dari total ekspor non migas Jawa Timur. Hal ini menjadikan Singapura sebagai potensi pasar yang besar bagi produk Jawa Timur,”kata Harmanto di temui awak media di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim.

Menurut Harmanto, Kegiatan yang bertajuk ” Business Matching ” Indonesia – Singapura yang sebelumnya dilakukan dengan Jepang merupahkan upaya BI Jatim untuk melakukan Akselerasi Ekspor Produk UMKM Unggulan Jawa Timur dan diikuti sekitar 40 UMKM binaan Kantor Perwakilan BI se-Jawa Timur.

” Disini, para UMKM dipertemukan dan melakukan one on one meeting dengan ANAPANA mportir yang akan membawa produk UMKM Jawa Timur ke Singapura,” ujarnya

” Dan pada tahap awal, ANAPANA akan fokus kepada produk ready to eat. Tahap sekarang ini adalah tahap penjajakan untuk selanjutnya dilihat potensi masuk ke salah satu jaringan supermarket terbesar di Singapura,” imbuh Harmanta.

Ditambahkan Harmanta, paling setidaknya sekitar kurang lebih 9 produk yang di ekspor ke Singapura. Diantaranya adalah Almond Crispy “ Pawon Kue ”, Rengginang Bawang dan Tempe “ Syafrida ”, Sambal Bawang Bu Sandra, Bagelen “ Ayu Cookies ” dan teh hitam “Si Taraa” dari Surabaya.

Selain itu, dipilih pula aneka Keripik “So Kress” dari Malang, Bawang Goreng “ Bang Go ” dari Bojonegoro, Lapeyek dari Sidoarjo serta aneka Keripik “ Mak Plengeh ” dari Kediri.

Terlebih ANAPANA sudah melakukan kunjungan ke lokasi UMKM Lokal Jatim .Hal ini untuk melihat secara langsung proses produksi dan melakukan kurasi,” jelasnya.

Business Matching merupakan salah satu program KPw BI Jatim untuk mendorong ekspor dalam rangka mengendalikan defisit transaksi berjalan ( Current Account Defisit ) . Kegiatan serupa sebelumnya dilakukan dengan Malaysia dan juga beberapa negara lain.

” Ke depan, kami akan lebih mendorong lagi kegiatan serupa dengan negara lainnya,”tutup Harmanta.   ( Dji )

Teks Poto  :  Harmanta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*