Sambut Hari Lebaran, BI Jatim Gandeng Makodam Brawijaya V dan 13 Perbankan Gelar Penukaran Uang .

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Dalam rangka datangnya menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggandeng Perbankan dan Kodam V Brawijaya kembali menggelar penukaran uang rupiah yang dipusatkan di Lapangan Makodam V Brawijaya.
Kegiatan penukaran uang pecahan rupiah kecil tersebut digelar selama tiga hari, yakni mulai tanggal 21 hingga 23 Mei 2019.

Difi Ahmad Johansyah selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengatakan, Launcing penukaran uang yang merupahkan pelayanan Bank Indonesia setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri yang digelar dilapangan Makodam Brawijaya adalah bentuk kerjasama antara Makodam Brawijaya dengan Perbankan.

Menurut Difi, Pada kegiatan ini ada sekitar 13 Bank yang ikut serta dalam pelayanan penukaran uang rupiah, di tahun sebelumnya kegiatan yang menjadi rutinitas menjelang lebaran ini hanya ada 12 Bank.

” Untuk tahun ini setiap perbankan akan melakukan penukaran uang mulai tanggal 20 hingga 23 mei 2019,” kata Difi Ahmad Johansyah saat menghadiri Pembukaan pertama penukaran uang rupiah di Lapangan Makodam Brawijaya Surabaya. ( 20/5 )

” Namun untuk penukaran uang tahun ini pihak perbankan membatasi nilai nominal hanya tiga juta tujuh ratus ribu ( 3.700.000 ) dengan pecahan uang mulai 2000 hingga 20.000 ,” imbuhnya
Sistem pada penukaran uang yang dilakukan oleh setiap perbankan adalah dengan menggunakan antrian serta hanya melayani minimal 1300 penukar setiap harinya.

Dan untuk mendapatkan layanan penukaran ini, masyarakat cukup hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Pengenal ( KTP ).
Selain itu, untuk memudahkan, masyarakat tidak harus membawa uang tunai, tapi cukup dengan membawa kartu debet.

” Perbankan menyediakan mesin EDC untuk masyarakat yang tidak sempat menarik uangnya terlebih dahulu. Jadi, tidak perlu membawa uang tunai sehingga lebih aman,” pintah Difi.

Difi menambahkan, BI Jatim memperkirakan pada penukaran uang rupiah untuk tahun ini mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan adanya menghadapi hari lebaran serta liburan

” Diperkirakan kebutuhan uang tunai di Jatim pada periode ramadhan adalah sebesar 33,4 triliun atau naik 15% dari tahun lalu yang sebesar Rp 29 trilyun. Bank Indonesia menjamin kecukupan uang pada periode Ramadhan ini. Sehingga harapannya masyarakat tidak panik dan bijak menggunakan uangnya,” terangnya

Selain di Makodam , BI Jatim dan perbankan lain juga membuka layanan penukaran di sejumlah titik lain yakni, 471 outlet perbankan di Jawa Timur yang memasang spanduk layanan penukaran ( setiap hari Selasa s.d. Kamis pada tanggal 21 – 29 Mei 2019 ), Terminal Purabaya ( 25-31 Mei), Stadion Sidoarjo ( 25,26 dan 30 Mei ), Disperindag Jatim (24 Mei), depan kantor Bank Indonesia Jalan Pahlawan ( 25, 26 dan 30 Mei 2019 ) dan Pasar Genteng serta Jembatan Merah Plaza ( 1 Juni ).

Selain itu BI Jatim telah bekerjasama dengan Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT ) dan perbankan untuk menyediakan Layanan Gerak Perbankan di 15 rest area dan 4 gerbang tol pada 6 ruas jalan tol ( Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya – Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Ngawi – Kertosono dan Pasuruan – Probolinggo ) pada tanggal 25 Mei – 15 Juni 2019. Khusus untuk layanan penukaran akan tersedia pada tanggal 28, 29 dan 31 Mei.

Difi berharap, agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, masyarakat diimbau untuk menukar uang di tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI bersama dengan Perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI, Hal ini juga untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih.

” Harapan kami agar masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D ( Dilihat – Diraba – Diterawang ),” katanya

” BI juga mendorong masyarakat untuk memperlakukan dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 yaitu, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” tambah Difi

Di tempat yang sama Kepala Staf Kodam V Brawijaya.Brigjen TNI Bambang Ismawan menambahkan. Animo masyarakat Jawa Timur sangat tinggi untuk mendapatkan penukaran uang baru.

” Meski mereka rela antri mulai pukul lima pagi, namun tradisi pelayanan yang dilakukan perbankan berjalan dengan tertib dan lancar serta masyarakat untuk memperoleh pecahan uang yang diharapkan dapat terpenuhi semuanya,” tutupnya. ( Dji )