UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA RESMIKAN TEACHING INDUSTRY CANGKANG KAPSUL BERBASIS RUMPUT LAUT

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dan’ obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Kapsul terdiri dari 2 bagian yaitu induk (body) dan tutup (cap) Ukuran kapsul bervariasi dari ukuran 000 yang paling besar hingga ukuran 5 yang terkecil (Data dari departemen kesehatan, 1995). Cangkang umumnya dibuat dari bahan gelatin. Gelatin adalah produk hidrolisis dari kolagen yang berasal dari kulit, jaringan dan tulang binatang yang umum digunakan yaitu dari tulang sapi atau kerbau dan tulang babi. lndonesia belum mempunyai industri gelatin sehingga gelatin diimpor dari Thailand, Bangladeshs dan India.

Menurut Muhammad Nasih, SE, ME, Ak, CMA. Rektor Universitas Airlangga Surabaya. Rumput laut merupakan salah satu komoditas laut unggulan yang mempunyai ekonomi yang kompetitif baik dalam negeri maupun ekspor. Indonesia adalah Negara penghasil rumput laut nomor dua dunia,

” Namun ekspor rumput laut masih dalam bentuk rumput laut kering dan hanya 20% saja yang sudah dalam bentuk setengah jadi. misalnya karaginan, alginate dan agar-agar (Peranginangin, et al., 2013). Basmal et al. (2013) ,” katanya

Lebih lanjut Muhammad Nasih menjelaskan, bahwa pengolahan dan budidaya rumput laut yang berkembang saat ini adalah Gracilan’a sp dan Eucheuma, namun pemanfaatannya juga masih rendah.

” Demikian juga dengan rumput laut coklat penghasil alginat di Indonesia sangat melimpah, namun pemanfaatannya belum maksimal,” terangnya

Dia menambahkan, Perikanan Produksi rumput laut nasional pada tahun 2010 mencapai 3,082 juta ton melampaui target yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu 2,574 juta ton. KKP telah menyiapkan 60 kluster rumput laut untuk merealisasikan target produksi sebesar 10 juta ton pada tahun 2014 (Peranginangin, et al., 2013) Tepatnya, peningkatan produksi sebesar 3,504 juta ton (2011), 5,1 juta ton (2012), 7,5 juta ton pada tahun 2013 (Murdinah, 2012). Produksi rumput laut dunia, 80% berasal dari Indonesia, Filipina dan Tanzania (Peranginangin, 2013).

” Kami optimis akan peningkatan komoditas rumput laut pada tahun 2014 yang telah ditargetkan sebesar 10 juta ton,” imbuhnya.

Fasilitas Teaching Industry Cangkang Kapsul berbasis Rumput Laut mulai dibangun sejak tahun 2018 hingga 2019 atas kerjasama Kementerian Perindustrian dan Universitas Airlangga. Mesin atau peralatan produksi cangkang kapsul berbahan baku rumput laut dihibahkan kepada Universitas Airlangga untuk pengembangan dan penelitian cangkang kapsul. Teaching industry cangkang kapsul rumput laut di Universitas Airlangga melibatkan dua pihak yaitu Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi Universitas Airlangga dan PT Inovasi Bioproduk Indonesia. Dari sisi pelaksanaan proses tridharma perguruan tinggi (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat) dalam kerangka teaching industry akan dijalankan oleh Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi Universitas Airlangga. Sedangkan dalam pengembangannya sebagai satuan usaha akan dikelola oleh PT Inovasi Bioproduk Indonesia.

Fasilitas Teaching Industry ini diharapkan dapat berperan] dalam pemenuhuhan kebutuhan cangkang kapsul nasional. Kebutuhan cangkang kapsul nasional sebanyak 6 miliar per tahun, dimana kebutuhan tersebut dipenuhi dari cangkang kapsul berbahan baku gelatin yang berasal dari produksi domestik sekitar 5 miliar dan impor sekitar 1 miliar. Peluang cangkang kapsul berbahan baku rumput laut sebagai pengganti cangkang kapsul gelatin cukup besar. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan kehalalan yang terjamin, diharapkan dapat mendorong cangkang kapsul berbahan baku rumput laut sebagai kapsul komersial.  ( * Dji )