KENAIKAN IURAN BPJS KESEHATAN RESAHKAN MASYARAKAT.

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Penerapan kebijakan baru adanya kenaikan pembayaran iuran premi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) hingga 100 persen yang digedor oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat masyarakat semakin resah.

Kenaikan iuran sebesar dua kali lipat membuat masyarakat lalu berbondong bondong mendatangi kantor BPJS Kesehatan termasuk yang terlihat di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya. Meraka, ingin mempertanyakan kebenaran informasi terkait kenaikan iuran. Serta, ada yang langsung mengurus pindah Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan turun kelas yang dulunya peserta dari badan usaha sekarang menjadi peserta mandiri.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Surabaya, dr Herman Dinata Mihardja, AAAK, menjelaskan terkait wacana kenaikan iuran yang akan di berlakukan awal tahun 2020 merupakan rencana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan Pusat. Dalam ini adalah kewenangan pemerintah pusat yang mana telah di atur dalam regulasi iuran kepesertaan di tinjau per dua tahun sekali.

“Kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah diatur dalam ketentuannya pada pasal 38 ayat (1) Perpres Nomor 82 Tahun 2018. Jugs di dukung oleh hitungan para ahli aktualia. Antara iuran dan benefit karena secara hitung-hitungan iuran yang sekarang belum sesuai menurut para ahli,” ucap Herman saat ditemui di BPJS Kesehatan KCU Surabaya, Rabu, (04/09/19).

“Subsidi silang yang diberlakukan bertujuan yang mampu membantu yang kurang mampu, yang sehat membantu yang sakit. Bagi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) iurannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui APBN (Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara) dan Pemerintah Daerah melalui APBD (Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Daerah),” tambahnya.

Untuk Surabaya sendiri bicara kenaikan pembayaran layanan baik rawat jalan maupun rawat inap, Herman mengatakan contoh pada pembayaran rawat jalan tahun 2018 sebesar 76,7 juta. Terhitung sampai akhir juli 2019 memgalami kenaikan sebesar 44,5 juta. Artinya peningkatannya terbilang tinggi di banding tahun lalu.

Secara total angka kenaikan pada pemanfaatan rawat jalan baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) terhitung pembayaran tahun 2018 sebesar 233,75 juta sedangkan terhitung akhir juli 2019 jumlah pembayaran sebesar 239,6 juta.

“Peningkatannya sungguh luar biasa jika di banding tahun 2018, melihat hal tersebut solusi pemerintah pusat tetap akan di berlakukan, seperti yang telah dijalankan Pemerintah yang membayar jumlah kekurangan pembayaran (defisit), kemudian iuran disesuaikan atau di naikkan atau ada perubahan benefit,” tegasnya.

Terkait Universal Health Coverage (UHC) wilayah Surabaya, penduduk Surabaya terhitung sampai juli 2019 Jumlah peserta aktif JKN-KIS sebanyak kurang lebih 560.000 peserta atau sekitar 80 % telah terdaftar. Jumlah tunggakan peserta aktif JKN-KIS Surabaya terhitung sampai akhir juli 2019 sebesar 136.000.

Sedangkan, untuk kepastian kenaikan iuran akan benar-benat diberlakukan atau tidak Herman menyampaikan pada prinsipnya setiap peserta wajib membayar iurannya. Begitu ada tunggakan BPJS Kesehatan sendiri telah melakukan sebuah program yang disebut PESIAR (Petakan, Sisir dan Registrasi).

Andai kenaikan iuran sebesar dua kali lipat benar benar diterapkan, bisa di artikan peserta JKN kelas I yang awalnya membayar Rp 80.000,- per bulan menjadi Rp 160.000,- perbulan, Kelas II yang awalnya membayar Rp 51.000 menjadi 110.000,- dan peserta JKN mandiri kelas III yang awal iurannya sebesar Rp 25.500,- menjadi Rp 42.000,- per bulan.  ( * Dji. )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*