Kenali Produk Industri Jasa Keuangan, OJK Bekali PETIK Keuangan Pada Kaum Millennial.

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Bekerjasama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah ( FK – LJKD ) Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menggelar Pelatihan Literasi dan Inklusi Keuangan ( PETIK ) 2019 . Dengan menyasar Generasi Millennial kegiatan ini diikuti sekitar 1000 Mahasiswa baik dari Negeri ataupun Swasta di wilayah Jawa Timur.

Bertajuk ” Menuju Jatim Well Financial Literate ” kegiatan ini digelar di Airlangga Convention Center Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya.
Dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dan mewujudkan Jatim Well Financial Literate, Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of  Understanding.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono dalam sambutannya mengatakan. Dengan adanya MoU tersebut, maka LJK dapat mengikutsertakan mahasiswa pada kegiatan pelatihan, literasi dan inklusi keuangan kepada segmen masyarakat serta keikutsertaan mahasiswa tersebut dapat diperhitungkan sebagai kegiatan akademis.

” Melalui MoU tersebut LJK juga bersedia menjadi narasumber apabila diminta oleh pihak perguruan tinggi. Adapun Perguruan tinggi yang turut bergabung dalam penandatanganan MoU tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kadiri, dan Universitas Negeri Jember,” katanya.

Diungkapkan Heru Cahyono. Pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif ( SNKI ) menargetkan indeks keuangan inklusif tahun ini sebesar 75% sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan, sedangkan indeks literasi keuangan ditargetkan sebesar 35% pada akhir tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen No. 50 Tahun 2017.

” Target ini meningkat pesat dibandingkan lima tahun lalu yang masih berada di angka 36%. Saat ini capaian atas inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 67% persen dari jumlah populasi pada tahun 2016 lalu. Jumlah itu setara 84 persen dari target 75 persen populasi pada tahun 2019. OJK optimis bahwa tahun ini target tersebut dapat tercapai,” terangnya

Berdasarkan survey literasi dan inklusi. Masih kata Heru, keuangan yang dilaksanakan oleh OJK tahun 2016, indeks literasi keuangan Jawa Timur sebesar 35,58% atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks literasi keuangan Nasional sebesar 29,66%. Sedangkan indeks inklusi keuangan Jawa Timur sebesar 73,25% lebih tinggi dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan Nasional sebesar 67,82%.

Selain itu, dalam acara tersebut terdapat aksi keuangan Millennial berupa Aksi Keuangan dan Investasi oleh generasi Millenial dalam bentuk pembukaan rekening yang terdiri dari rekening tabungan atau simpanan bank, pembiayaan atau modal kerja, pembiayaan, simpanan emas, dan pembiayaan gadai, rekening efek dan rekening reksa dana.

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Jouska, salah satu perusahaan start up yang bergerak di bidang perencanaan keuangan dalam talkshow Economillenial. Dengan adanya talkshow interaktif tersebut diharapkan dapat menambah wawasan generasi millenial dalam hal literasi dan inklusi keuangan generasi millenial sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan, misalnya berinvestasi dengan cukup mengakses segala hal yang dibutuhkan melalui internet gadget masing-masing.

Heru Cahyono menambahkan, bahwa acara PETIK Keuangan 2019 ini dalam rangka memperkenalkan produk industri jasa keuangan seluas-luasnya terutama kepada kaum millenial.

” Kami berharap agar kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan di kota-kota besar lain di Jawa Timur, sehingga slogan untuk menjadikan Jatim Well Financial Literate benar-benar dapat terwujud,” pungkas Heru.  ( Dji )