Peringati Hari Jadi Ke – 8 , OJK Jatim Gelar Upacara dan Tasyakuran.

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) –Memperingati hari jadi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) yang ke – 8 tahun. OJK Regional 4 Jawa Timur menggelar kegiatan upacara dan tasyakuran bersama Bank Indonesia dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur (FK-LJKD).

Bertempat di Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, acara tersebut juga digelar pemberian santunan kepada anak yatim piatu yang diserahkan langsung oleh Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono.

Menurut Heru Cahyono, dengan keterbatasan yang ada, OJK masih dapat berkiprah meraih beberapa capain dan kontribusi positif bagi perekonomian dan sektor jasa keuangan nasional. Namun demikian, pegawai OJK diminta untuk tidak merasa berpuas diri, mengingat tantangan yang dihadapi kedepan tidak akan pernah berhenti dan bahkan semakin besar.

Dikatakan Heru Cahyono, pada tahun ini, tema HUT OJK adalah Kontributif dan Inklusif Membangun Negeri. Tema ini menyiratkan bahwa OJK harus mampu memfasilitasi penyediaan alternatif sumber pembiayaan yang dibutuhkan, dari pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor-sektor prioritas Pemerintah sampai dengan membuka akses keuangan bagi pemberdayaan UMKM.
Sementara itu, upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat juga secara aktif dilakukan oleh OJK melalui peningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta memastikan terjaganya perlindungan konsumen dan masyarakat.

” Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 bahwa indeks literasi keuangan di Jawa Timur meningkat menjadi 48,95% dari 35,6% pada tahun 2016, sedangkan indeks inklusi keuangan di Jawa Timur meningkat menjadi 87,96% dari 73,2% pada tahun 2016. Peningkatan indeks inklusi di Jawa Timur melampaui target Nasional yang ditetapkan yaitu 75%,” kata Heru Cahyono dalam sambutannya saat hadir acara HUT.OJK ke – 8.

OJK di daerah akan senantiasa hadir untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sektor prioritas Pemerintah dimana pada tahun 2019 kebijakan dan inisiatif OJK akan difokuskan pada lima area, yakni

– Memperbesar peran alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis, baik Pemerintah dan swasta.

– Mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan, dan industri pengolahan.

– Menyediakan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal.

– Mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

– Memanfaatkan teknologi dalam proses kerja OJK dalam pengawasan lembaga jasa keuangan berbasis teknologi.

Terlebih Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono menyatakan bahwa Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur sampai dengan triwulan 3 2019 ini menunjukan kinerja yang positif, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Total aset Bank yang beroperasi di Jawa Timur meningkat sebesar 8,45% dan dana yang dihimpun meningkat 8,76% serta penyaluran kredit meningkat 5,79%. Intermediasi perbankan cukup baik dengan LDR sebesar 84,40% dengan NPL yang masih terjaga sebesar 3,56%.

Sementara itu Pasar Modal Jawa Timur juga menunjukkan kinerja positif yang tercermin pada peningkatan jumlah investor saham sebesar 38,99% yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasional sebesar 34,11%. Jumlah investor saham di Jawa Timur sebesar 12,89% dari total investor saham secara nasional.
Kinerja yang baik juga ditunjukkan oleh Industri Keuangan Non Bank di Jawa Timur, dengan pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi sebesar 2,69% dan pertumbuhan Piutang Perusahaan Pembiayaan sebesar 4,62% dengan NPF yang terjaga dengan baik sebesar 1,85%. Selain itu perkembangan Dana Pensiun juga baik yang tercermin dari pertumbuhan asset bersih dan investasi masing-masing sebesar 12,58% dan 12,01%.

Heru Cahyono juga menjelaskan bahwa OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan intensif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Edukasi kepada masyarakat dilaksanakan melalui 142 kegiatan sosialisasi dengan peserta edukasi sebanyak 24.145 peserta yang terdiri dari berbagai profesi, pelaku UMKM, pegawai, pelajar, akademisi dan ibu rumah tangga.

Sementara itu upaya peningkatan inklusi di Jawa Timur sampai dengan triwulan 3 tahun 2019 dilakukan melalui:

– Pendirian 15 LKMS Bank Wakaf Mikro di beberapa lokasi pondok pesantren untuk memberdayakan ekonomi masyarakat miskin di sekitar Pondok Pesantren dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir,

– Perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Program LAKU PANDAI) mengalami peningkatan sebesar 53,84% dengan jumlah agen sebanyak 204.087 agen,

– Peningkatan pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp17,9 T dan merupakan peringkat ke 2 terbesar dalam penyaluran KUR secara nasional dengan NPL hanya sebesar 0,02%.

Dalam rangka menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Jawa Timur, OJK Regional 4 Jawa Timur juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan nasabah sebanyak 1.872 pengaduan, pemberian pelayanan SLIK kepada masyarakat sebanyak 5.684 pemohon dan peningkatan peran Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Jawa Timur dalam merespon maraknya penawaran investasi illegal di berbagai daerah yang terbukti merugikan masyarakat dengan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media baik on – air maupun off – air.  ( Dji )