Julius Komang : Terapkan Delapan Faktor Utama Dalam Pengembangan Bisnis Kuliner.

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) –Menggeluti dunia bisnis kuliner merupahkan salah satu bisnis yang sangat menarik.Namun, dengan berbisniis kuliner tersebut. Para pelaku bisnis kuliner dituntut untuk bisa mengembangkan ide – ide kreatifitas di dalam berbagai aneka kuliner.

Seperti yang diilakukan oleh Pria bernama Julius Komang. Menurutnya. Untuk bisa bersaing dengan kompetitor dan sukses dalam menjalankan gurihnya bisnis restoran tersebut. Tidak hanya mengandalkan ide kreatif saja. Namun, ada faktor lain yang bisa berpengaruh besar terhadap pengembangan cara bisnis kuliner.

” Berdasarkan pengalaman saya, yang selama sembilan tahun menjalankan roda bisnis kuliner,terdapat delapan faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis kuliner,” kata Owner dan Founder Restoran, Julius Komang saat ditemui pada acara Konferensi Pers di Resto Penyetan Cok Transmart Rungkut Surabaya.Sabtu ( 4/1/ 2020 )

Diungkapkan Pria Kelahiran Surabaya. Pebisnis kuliner yang telah memiliki 60 ++ outlet ini, mengatakan

Diijelaskan Julius bahwa delapan faktor utama yang telah ditempuh dalam menngeluti bidang bisnis tersebut meliputi perencanaan ide, strategi, taktik, value, budgeting, marketing dan promosi selain itu, manajemen restoran dan business scale.

” Dari delapan faktor yang selama ini saya terapkan untuk menjalankan bisnis kuliner, hingga saat ini saya sudah memiliki Iima jenis bisnis kuliner dengan enam puluh outlet yang tersebar di Pulau Jawa,” ujar Pria tamatan SMA.

Terlebih memiliki visi untuk membagikan ilmunya kepada semua orang yang ingin berbisnis mu!ai dari nol. Pihaknya tidak ingin menyimpan pengalaman dan pelajaran berharga yang dimilikinya. Bahkan pengalaman yang dimiliki selama sembilan tahun tersebut ingin dibagikan dengan melalui program The Six Months Challenge

” Program The Six Months Challenge adalah salah satu bentuk dedikasinya di bidang bisnis kuliner.

” Hampir satu dekade saya menjalankan bisnis kuliner, maka saya memiliki visi harus membagikan pengalaman berharga yang pernah saya lalui. Pengalaman ini akan saya bagikan kepada siapapun yang serius ingin menjalankan bisnis kulier. Saya berharap teman-teman bisa meminimalisir kegagalan yang sudah saya pernah alami sebelumnya,”  tuturnya

Pria yang juga merupakan owner sekaligus founder restoran Penyetan Cok menambahkan. Bedasarkan pengalaman merintis semua bisnisnya dari nol dan tanpa ada background sama sekali, Pihaknya berkeinginan menyebarkan mindset bahwa semuanya juga bisa punya peluang untuk sukses. Pihaknya akan mengupas secara mendetail delapan faktor utama yang sangat mempengaruhi perkembangan bisnis kulinernya. Langkah demi langkah bersama timnya akan membantu siapapun yang ingin memulai berbisnis kuliner secara personal. Bimbingan secara personal ini bertujuan untuk membantu peserta mencapai target BEP ( Break Event Point ) atau balik modal dengan cepat.

” Peserta akan dibimbing agar dalam menjalankan bisnisnya bisa menghemat model, meminimalisir resiko gagal‚ mempercepat proses balik modal, dan memiliki target omzet hingga 500 juta per bulan.

” Program yang dia kembangkan ini bertujuan agar bisa meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. Jika jumlah pengusaha semakin meningkat maka lapangan pekerjaan di Indonesia juga semakin terbuka lebar,saat ini kami merasa senang bisa sedikit berkontribusi kepada negeri untuk menciptakan lapangan kerja.Bahkan dengan lima bisnis kuliner yang dijalankan, kini sudah berhasil memperkerjakan 500 karyawan,” jrentek Julius.

Julius berharap. Melalui program yang dikembangkan tersebut bisa menggerakan calon – calon pengusaha sukses dan memiliki bisnis kuliner dalam waktu singkat serta membuka ratusan bahkan ribuan pekerjaan baru.

” Kami juga ingin menyebarkan sebuah mindset agar masyarakat bisa menciptakan bisnis kuliner dan tidak kalah dengan bisnis kuliner asing yang kini sudah merambah ke tanah air,”  pungkas Julius. ( Dji )