Antisipasi Penyebaran Pandemi Covid – 19, BI Jatim Manfaatkan Penukaran Uang di Kantor Bank.

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Ditengah mewabahnya pandemi Covid- 19. Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen untuk melakukan penyaluran layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal dan efisien serta dipastikan ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat tetap.

Namun, untuk menghadapi bulan ramadhan dan idul fitri ini, pendistribusian uang layak edar BI Jatim melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah ( PJPUR ). Pasalnya ditengah kondisi wabah Covid – 19 untuk kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan BI saat ini hanya melalui Perbankan

” Sebagai langka antisipasi penyebaran covid-19, Bi menyiapkan layanan khusus perbankan di lokasi kerja alternatif yakni di gedung de javasche dengan memastikan bahwa uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai dengan protokol Covid-19,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah saat acara BBM bersama media lewat teleconference.Selasa ( 28/4/2020 )

Difi menjelaskan, untuk penukaran uang layak edar yang diperuntukan pada hari raya, selain Kantor BI di Jalan Pahlawan, Pihak BI juga memanfaatkan Kantor BI di Jalan Garuda.

Namun diakui Difi, pada penukaran uang layak edar tahun ini akan mengalami penurunan, pasalnya di tahun ini kita masih mengalami adanya wabah virus corona.

” Atas adanya Covid – 19 BI tahun ini hanya menyiapkan uang senilai 25, 8 Triliun,” ujarnya

” Ini mengalami penurunan dibanding pada tahun lalu BI menyiapkan dana sebesar 26 Triliun,” imbuh Difi

Difi berharap agar masyarakat dalam penukaran uang layak edar tersebut dapat menggunakan pembayaran non tunai yakni memanfaatkan pembayaran lewat QRIS

” Transaksi pembayaran jual beli bagi masyarakat lebih efesien menggunakan QRIS,” terangnya

Difi menambahkan bahwa dalam mendukung transaksi pembayaran masyarakat secara non tunai dalam situasi pandemic Covid-19, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan sejumlah ketentuan relaksasi kebijakan sistem pembayaran antara lain :
– penyesuaian tarif Merchant Discount Rate (MDR) untuk pelaku usaha mikro
– Kebijakan pelonggaran kartu kredit efektif per 1 Mei 2020

” BI Jatim mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Daerah dalam menangani penyebaran dan dampak COVID-19, termasuk kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan PSBB di sejumlah wilayah, serta akan terus mengawal kelancaran sistem pembayaran dan menjaga ketersediaan uang rupiah di Jawa Timur,” ungkap Difi.

Kepala Grup Sistem Pembayaran & Pengedaran Uang Rupiah Imam Subarkah menambahkan, bahwa BI Jatim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal kegiatan operasional Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asisng Bukan Bank (KUPVA BB) di wilayah Jawa Timur untuk meminimalisir terjadinya tumpukan settlement transaksi di kemudian hari. Sampai dengan tanggal 27 April 2020, terdapat 6 dari 65 KUPVA BB di Jawa Timur telah menutup sementara kegiatan usahanya, dan sejak akhir Maret 2020 transaksi KUPVA BB mengalami penurunan hingga ± 50- 80% dari kondisi normal.

Sementara itu.Masih kata Imam Subarkah, transaksi Penyelenggara Transfer Dana Bukan Bank (PTD BB) secara umum masih stabil. Terdapat 1 negara partner yaitu Timur Leste yang masih melakukan lockdown, sehigga transaksi PTD dari negara tersebut mengalami penurunan transaksi hingga 50-70%, sedangkan untuk negara partner PTD lainnya seperti Hongkong dan Taiwan tidak terjadi penurunan transaksi. Selanjutnya, untuk mendorong optimalisasi pembayaran secara Non Tunai, BI Jatim terus mendukung implementasi penggunaan QRIS pada merchant-merchant di Jawa Timur. Sejak akhir Februari 2020 s.d tanggal 24 April 2020, terdapat pembahan 67.175 merchant QRIS baru, atau meningkat sebesar 20,7%. ( Dji )