Sospol dan Pemerintahan

Warga Kelurahan Medokan Semampir Bangun Wisata Religi Berbentuk Mushola

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Warga di Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Surabaya patut diacungi jempol. Pasalnya, setelah mendapatkan Apresiasi dari Pemkot Surabaya sebagai Wilayah Destinasi Wisata Lingkungan Kota. Kini, warga setempat ingin membangun sebuah Wisata religius dengan memanfaatkan Halaman Kelurahan Medokan Semampir sebagai rumah ibadah.

” Di wilayah RW 2 ini ditetapkan sebagai wisata lingkungan yang sudah mendapatkan SK walikota surabaya, yang kebetulan diserahkan Bu Risma menjelang akhir masa jabatannya,”

Diungkapkan Supriyono, namun untuk menjaga kampung wisata tersebut, Pihaknya bersama warga setempat berkeinginan untuk membangun sebuah Wisata Religi.

” Selain ada kampung wisata, kami juga mendukung wisata religi dengan membuat Mushola berbentuk etnik Gasebo,” ujarnya.

Supriyono menjelaskan, bahwa seluruh tokoh – tokoh masyarakat wilayah Medokan Semampir berniat sekali  untuk memiliki sebuah Ikon yang berbentuk Mushola.

” Kebetulan Ikon wisata religi di wilayah Medokan Semampir ini adalah Mushola bernama Al – Muhajirin,” terangnya.

Oleh karena itu. Lanjut Supriyono, untuk mewujudkan Mushola ini. Pihaknya bersama LPMK , Ketua RT dan RW, Tokoh – Tokoh masyarakat serta warga setempat sangat mendukung sekali pendirian Mushola Al – Muhajirin yang ada di halaman kelurahan Medokan Semampir,” ungkapnya.

Sementara ditempat yang sama Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan ( LPMK ) Medokan Semampir, Dodik Eko Setiawan mengatakan, bahwa Pihaknya sebagai pengurus sosial yang mewadai keinginan warga untuk mendirikan rumah ibadah sangat mendukung.meski dalam melakukan pembangunan Mushola ini adalah hasil dari swadaya gotong royong warga.

” Walaupun dengan iuran sedikit yang dilakukan oleh warga , alhamdulilah Mushola Al – Muhajirin sudah hampir selesai,” kata Dodik.

Dodik menambahkan, bahwa keinginan membangun Mushola tersebut adalah memberikan kemudahan warga untuk melaksanakan ibadah.Selain itu juga,sebagai Ikon wisata religi bagi warga setempat.

” Selain ikon, di gang semampir ini tidak ada Mushola pada saat itu, Mushola hanya berupa ruangan kecil yang fasilitasnya hanya dipakai satu shaf ( baris ) saja saat melaksanakan sholat,” ungkap Dodik.

Dengan Fasilitas Mushola yang tidak memadai tersebut. Lanjut Dodik, Pihaknya mendengar tawaran warga untuk mendirikan Mushola dengan anggaran Swadaya warga setempat.

” Ada usulan warga untuk mendirikan Mushola. Kemudian kita rapatkan, alhamdulilah gayung bersambut warga ada yang menyumbang dengan iuran serta ada yang membantu memberikan kayu jati,” terangnya.

Dia berharap, dengan terbentuknya Mushola ini yang merupahkan Ikon warga harus mempertahankan serta meningkatkan tali silahturahmi antar warga.

” Harapan kedepan masyarakat tetap guyub dan dapat bergotong royong sehingga dapat mewujudkan keinginan warga,” ungkapnya.    ( Dji ).

Related Articles

Back to top button