Umum

Program P3-TGAI Kegiatan Padat Karya Swakelola Non Kontraktual. (Tidak di Pihak Ke Tigakan), Waspada SPK Palsu!!!

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Dalam upaya untuk meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional dan Meningkatkan kemampuan Ekonomi serta Kesejahteraan Masyarakat terutama yang terdampak Covid-19, kini P3 – TGAI Tahun 2021 melakukan program Pemberdayaan Petani sekitar.

Kegiatan P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat yang tergabung dalam P3A/GP3A/IP3A penerima P3-TGAI dan bukan merupakan program kontraktual yang dikerjakan oleh penyedia jasa kontruksi (perusahaan PT/CV).

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas ( BBWS ) tidak ikut bertanggung jawab apabila terdapat pihak-pihak atau oknum yang mengatasnamakan BBWS Brantas yang menerbitkan SPK/Kontrak pada penyedia barang/jasa yang berhubungan dengan kegiatan P3-TGAI.

” Program ini bukan Kontraktual, jadi apabila ada yang mengatasnamakan PT atau CV segera laporkan ke kami.” kata Kepala BBWS Brantas, Dr. Ir. Muhammad Rizal.

Dia menambahkan, Program P3-TGAI juga mendapatkan pendampingan dan Pengawasan dari Aparat sekitar melalui peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

” Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga situasi di lingkungan sekitar, serta menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa. apabila melihat atau mendengar ada ketidaksesuaian secara pelaksanaan dan administrasi serta berhati-hati dan mewaspadai aksi penipuan dengan modus penawaran  dalam proses pelaksanaan program P3-TGAI Tahun 2021,” tandasnya.

” Adanya pengawasan dan Pendampingan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas pada pelaksanaan program P3-TGAI supaya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan petunjuk teknis,” imbuh Rizal.

Dalam masa pandemi Covid-19. Masih kata Rizal, pelaksanaan Kegiatan P3-TGAI Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Tahun Anggaran 2021 juga tetap menerapkan protokol kesehatan.

” Selama kegiatan tersebut, hal utama yang harus di perhatikan yaitu kondisi dari para pekerja saat melaksanakan pembangunan saluran irigasi P3-TGAI,” terangnya.

Terlebih kata Rizal, bahwa Protokol kesehatan yang harus diterapkan pada saat pengerjaan di lapangan yaitu mengecek suhu para pekerja, mencuci tangan, memakai masker serta tetap menjaga jarak selama proses pembangunan saluran irigasi.

“Upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 tersebut harus tetap di jalankan setiap harinya demi menghambat tersebarnya virus covid-19 selama pandemi. Jika selama proses pengerjaan di temukan pekerja yang kurang sehat, misalnya mengalami demam, pusing, batuk atau gejala yang menunjukkan tanda-tanda covid-19 maka pekerja tersebut akan diberhentikan,” ungkap Rizal. ( * )

Related Articles

Back to top button