Sospol dan Pemerintahan

Beredar Data Hoax Gedung Sekolah Isoman ” SIAP”, Ketua Japas Angkat Bicara

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – kabar adanya Informasi yang berkembang saat ini banyak yang membingungkan masyarakat, terlebih tersebar adanya data seseorang di media sosial Whatsapp baru baru ini.
Menindaki perkembangan sosialisasi yang di lakukan oleh para camat seluruh surabaya untuk mengajak warganya untuk dapat menggunakan fasilitas Gedung Sekolah sebagai tempat Isolasi Mandiri ( Isoman ) Covid -19. Ironisnya, ada sebagian data mengalami kendala. Namun data yang tersebar tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan ada beberapa fakta yang tak serupa.

Contoh yang terjadi di kelurahan Greges, warga menolak keras adanya penggunakan gedung SDN Greges untuk di jadikan tempat isolasi. Namun di data yang tersebar menjelaskan bahwa gedung telah “SIAP”. tentu saja hal ini sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

“Kami juga bingung informasinya simpang siur, seharusnya di benahi lagi agar masyarakat tidak terjerumus dengan informasi yang keliru.” kata Ahmad.

Melihat adanya simpang siur informasi yang tersebar di masyarakat, awak media rakyatjelata.com melakukan penelusuran kepada beberapa warga di wilayah surabaya. Salah satunya adalah warga Greges Surabaya,

” Warga kami bukan menolak begitu saja, akan tetapi kami masih mengupayakan tempat lain yang lebih layak daripada gedung sekolah yang di minta pemerintah kota saat ini. Kalau gedung sekolah itu ada di tengah pemukiman saya rasa juga kurang pas ini menurut pikiran warga ya mas.” Papar salah satu pengurus kampung yang enggan di sebutkan namanya.

Merujuk pada keinginan pemkot Surabaya untuk menggunakan gedung sekolah bukan menjadi prioritas utama sebenarnya. Namun tujuan utamanya adalah mempersiapkan tempat isolasi bagi warga agar dapat di tanggulangi secara komprehensif oleh warga sekitar. Terutama warga yang menjalani isoman dapat terpantau dengan baik oleh para petugas yang terdiri dari pengurus di wilayahnya.

Adanya polemik ini membuat sebagian elemen di Surabaya ikut angkat bicara. Antara lain adalah Jaringan Pemuda Surabaya (JAPAS)

“Kami juga sepakat dengan pemerintah untuk memaksimalkan gedung yang sedang nganggur dapat di gunakan untuk menampung warga isoman. Namun secara kajian dan analisa kebutuhan dari beberapa usulan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menghimbau agar penggunaan gedung Sekolah untuk menjadi rumah sehat dapat di lakukan asal lokasinya jauh dari pemukiman warga. Apabila berhimpitan dengan pemukiman di khuwatirkan adanya persolan baru,” ungkapnya.

“Selain itu, kami mengkhawatirkan penularan lebih lanjut kepada siswa SD saat main ke sekolah atau KBM Tatap Muka nantinya.” imbuh  Sholeh selaku  ketua JAPAS.

Dia menambahkan, bahwa Provinsi Jatim atau Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya punya banyak gedung yang bisa di gunakan untuk memberlakukan rumah sehat di tengah masyarakatnya. Jadi mari kita bersikap adil dalam menentukan segala keputusan untuk rakyat.. ( * )

Related Articles

Back to top button