Sospol dan Pemerintahan

Warga Kelurahan Sidosermo Manfaatkan Lahan Kosong untuk Bercocok Tanam

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Warga di Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo Surabaya memanfaatkan lahan kosong yang kemudian disulap menjadi lahan produktif.

Lahan tersebut dimanfaatkan warga RW 05 RT 03 untuk dijadikan area bercocok tanam atau dikenal dengan sebutan Urban Farming.

Siswanto Selaku RT 03 RW 05 Kelurahan Sidosermo mengungkapkan, bahwa sebelum terpakai untuk tanaman Green House, lahan tersebut masih kosong.Kemudian kita bekerjasama dengan warga RW 05 untuk memanfaatkan Green House.

” Green House dulu masih menggunakan Bambu, namun mendapat bantuan dari KKN universitas Petra menjadi permanen memakai bahan Gavalum,” katanya.

” Dan saat ini tanaman yang berada di Green House berguna bagi warga setempat,” imbuh Siswanto.

Dia menambahkan, saat ini selain  Green House, pihaknya bersama timnya telah mendapat bantuan dari Dinas Peetanian Kota Surabaya berupa tanaman bermanfaat.

” Dari Dinas Pertanian kita dapat tanaman Hidroponik seperti Jahe, Pandan, Jahe Merah serta daun Sireh,” terangnya.

Ita Prasetyaningsih selaku pendamping urban farming wilayah Surabaya Selatan menambahkan, Pihaknya memberikan pelatihan atau pembekalan kepada 5 orang untuk RW 05 Kelurahan Sidosermo yang kebetulan memiliki  Green House.

” Usai pelatihan dan pembekalan kita mendapat isolasi Hidroponik serta bantuan tanaman dan bibit Tomat,Cabe dan terong juga pembekalan media tanam serta pupuk, poliback dan pot tanaman,” ujar Ita.

Sementara ditempat yang sama Fasilitator Kelurahan Sidosermo mengungkapkan, memiliki Green House ini terinspirasi dari Kelurahan Jemur Wonosari yang sering kali menghasilkan panen dari tanaman Hidroponik

” Alhamdulilah..dengan keinginan yang besar akhirnya gayung bersambut karena  ada penawaran membuat tanaman hidroponik,” ujarnya.

” Bahkan dari tanaman hidroponik ini kita memiliki semboyan ” tanam yang kita makan dan makan yang kita tanam” ,” imbuhnya.

Farida selaku Tim Penggerak PKK Kelurahan Sidosermo menambahkan, tidak hanya berupa Hasil tanaman tersebut ternyata banyak warga yang menyukai bahkan ada yang membeli tanaman yang mereka butuhkan.kemudian hasil pembelian tanaman ini kita belanjakan tanaman lagi.

” Banyak warga sini membeli tanaman yang dibutuhkan, kemudian dari hasil pembelian tersebut kita putar uangnya untuk beli pupuk dan tanah yang kemudian ditanami kembali,” katanya.

” Awalnya ada tiga tanaman berupa Sireh biasa , Sireh merah dan tanaman sayur,namun saat ini banyak tanaman yang dikembangkan lantaran kita juga dapat bantuan dinas pertanian berupa Pot, pupuk dan bibit ,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Lurah Sidosermo, Tetti Nursaadah berharap, semoga dengan adanya Green House dan perkebunan ini warga dapat mengembangkan inovasinya sehingga kedepannya warga bisa menikmati hasilnya.

” Harapannya tanaman hidroponik bisa ditingkatkan serta dirawat yang lebih baik, sehingga hasil panen dapat diinikmati warga setempat,” pungkas Tetti. ( dji ).

Related Articles

Back to top button