Ekbis

Ajang CMSE 2021 Resmi Ditutup, Investor Saham Lampaui Target di Angka 3 Juta

 

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Ajang pembukaan Capital Market Summit dan Expo ( CMSE ) 2021 berbuah manis, tak ayal, pada penutupannya, total jumlah Investor Saham di Indonesia melampaui target, yakni pada angka 3.000.000 atau tepatnya 3.008.318 Single Investor Identification ( SID ).

Pencapaian tersebut sangat menggembirakan dari Pasar Modal Indonesia ,lantaran bersamaan dengan peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia serta dalam mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan, bahwa tercapainya rekor baru pada jumlah Investor Saham di BEI maupun rekor lain yakni pencapaian lebih dari 1 juta Investor Saham baru di sepanjang tahun ini terjadi pada 31 Agustus 2021 lalu, tentunya tak lepas dari dukungan serta Dominasi Generasi muda.

” Dominasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran dari investor lokal yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Hasan Fawzi pada keterangan siaran pers.Sabtu ( 16/10/2021 ).

Saat ini.Masih kata Hasan Fawzi, jumlah Investor Pasar Modal Indonesia baik saham, obligasi maupun reksa dana, per 14 Oktober 2021 telah mencapai 6.597.100 SID.

” Pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Terlebih menurut Hasan Fawzi, salah satu upaya BEI dalam menarik minat Generasi muda berinvestasi di Pasar Modal Indonesia adalah semakin gencarnya menggelar berbagai kegiatan Edukasi dan Sosialisasi yang memanfaatkan Teknologi serta Solusi Digital bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami yakin dengan edukasi dan pengetahuan yang baik tentang pasar modal, akan membantu para calon investor, khususnya generasi muda dalam menentukan strategi investasi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu.Lanjut Hasan , peran serta Investor Generasi muda dinilai menjadi salah satu aspek penting yang akan memperkuat ketahanan Pasar Modal Indonesia, ketahanan Ekonomi Nasional serta mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional.

” Salah satu kegiatan edukasi serta sosialisasi yang dilakukan oleh BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah melalui penyelenggaraan CMSE 2021,” tandas Hasan.

Pada hari terakhir penyelenggaraan CMSE 2021, Antusiasme terhadap acara tersebut, total peserta ( Booth Visitor dan Summit Viewers) tercatat sebanyak 101.443 peserta, yang didominasi Generasi Milenial serta Gen Z yang berasal dari dalam dan luar negeri.

” Rekor tercatat pada seremoni pembukaan CMSE 2021 yang dihadiri oleh total 4.353 viewers. Total viewers dari 9 event summit yang telah berlangsung adalah 18.974 viewers, dengan rincian 16.292 viewers dari laman web cmse.id dan 2.682 viewers dari kanal YouTube Indonesia Stock Exchange,” ungkapnya.

Akselerasi Digitalisasi Sektor Keuangan

Dalam kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa inisiatif dan akselerasi dalam pengembangan sektor keuangan perlu untuk terus diupayakan, agar tingkat kedalaman pasar keuangan Indonesia dapat terus ditingkatkan.

Apalagi menurut Luhut, Pasar Modal memiliki peran yang sangat Vital dalam mendorong kemajuan dan pertumbuhan Ekonomi Indonesia, khususnya terkait dengan peran adaptasi dan potensi yang dimiliki dalam menghadapi berbagai tantangan di tingkat global maupun domestik.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di dalam dekade terakhir tidak lepas dari dukungan pasar modal terutama dalam fungsinya sebagai penyedia dana untuk pembangunan,” terang Luhut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya menambahkan, bahwa Seremoni Pembukaan CMSE 2021, Pihaknya berharap sesi-sesi diskusi ini akan memberikan keuntungan bagi seluruh pengunjung virtual dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kedepannya akselerasi Digitalisasi. Lanjut Wimboh Santoso, terutama pada Sektor Keuangan akan menjadi hal yang Krusial sehingga pelaku Industri dapat memberikan layanan yang cepat, murah, dan berkualitas baik kepada seluruh pemangku kepentingan.

Diungkapkan Wimboh, bahwa Akselerasi Digitalisasi di Sektor Keuangan menurutnya bukan hanya perlu dilakukan di Industri Perbankan, namun juga di Industri Pasar Modal sehingga dapat memberikan Potensi besar khususnya bagi Perusahaan rintisan (start-up) untuk mendapatkan pendanaan yang dapat mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Pada kesempatan ini, Wimboh turut memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui pertumbuhan pasar modal Indonesia dengan menerapkan prinsip tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan.

Sementara Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, bahwa pencapaian dan kinerja pasar modal Indonesia yang membanggakan tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan. Inarno berharap pasar modal Indonesia dapat terus memberikan kinerja yang baik, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kami juga berharap rangkaian acara CMSE 2021 dapat membantu masyarakat untuk melihat bahwa investasi pasar modal terbuka untuk semua orang dan dapat dipercaya, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar serta jumlah investor,” ungkapnya.   ( dji ).

Related Articles

Back to top button