Hukum dan Kriminal

Merasa Dipingpong , 14 Subkon Proyek Gedung Intensive Car RS Jiwa Menur Gelar Aksi Protes

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sedikitnya 14 dari Sub Kontraktor ( Subkom ) geram dan kecewa, lantaran pembangunan Proyek Gedung Intensive Care di Rumah Sakit ( RS ) Jiwa Menur Surabaya usai dikerjakan, namun hingga saat ini belum ada titik terang atas pelunasannya.

Alhasil dari  belum adanya  titik terang tersebut, sedikitnya 14 Subkon ini Geram dan merasa kecewa hingga melakukan aksi protes di depan Gedung Intensive Care RS Jiwa Menur Surabaya, Kamis, (21/10/21).

Seperti disampaikan Sutono selaku Perwakilan Subkon, Pihaknya ingin menuntut Pihak RS, karena dari 14 Subkon ini sangat dirugikan karena belum menerima sisa pembayaran sebesar senilai 3,4 Miliar dari Main Kontraktor PT Wira Karsa Kontruksi , berbagai dari Subkon yang dirugikan tersebut adanya Subkon Bidang Instalasi AC, Gas Medis, Pintu Besi, ACP, Sanitasi, Arsitektur, MEP, Baja, Kusen dan Kaca serta plafon dan hydran.

Diungkapkan Sutono , bahwa, Aksi protes ini merupakan bentuk kekesalan dan kekecewaan dari para Subkon yang merasa ditipu oleh PT Wira Karsa Kontruksi selaku kontraktor Proyek bangunan Gedung Intensive Care di RS Jiwa Menur Surabaya.

“Kami para subkon merasa seperti dipingpong dengan janji janji. Meskipun, sudah pernah dilakukan mediasi oleh pihak Pemprov (PPK) antara mankon dan subkon sejak November 2020 namun tidak efektif. Hingga, mediasi dan kesepakatan tertulis dengan fungsi Inspektorat Pemprov Jatim tentang solusi pembayaran kepada pihak subkontraktor pada Maret 2021 namun belum terdapat titik terang kelanjutan dan realisasi pembayaran,” kata Sutono dengan menunjukan ekspresi kekecewaan.Kamis, (21/10/21).

Dijelaskan Sutono, Pihaknya bersama Subkon bahkan mengetahui, kalau Pemerintah Provinsi Jatim sudah melakukan pembayaran lebih dari 80% dari anggaran atau nilai kontrak ke Mankon terpilih PT Wira Karsa Konstruksi dari tahun anggaran 2020. Tapi anehnya, Pihak Subkan hanya diberikan sekedar janji namun lebih parahnya Pihaknya hanya dibayar dengan cek kosong.

Menurut Sutono, bahwa tak seharusnya Pemprov Jatim melakukan pembayaran terlebih dahulu. Karena, progres pekerjaan secara umum masih belum direalisasi terutama pada beberapa subkon belum serah terima secara resmi ke mankon. Kedua, Mankon tidak melakukan Komitmen pembayaran ke Pihak Subkontraktor sesuai peraturan pengadaan pemerintah dimana PPK berkewajiban mengecek progres pembayaran ke subkon sebelum membayar mankon.

Sementara Fachri Subkon bidang Kusen dan Kaca merasa kecewa ,dan dengan kekecewaan tersebut dirinya melakukan aksi protes dengan melakukan penyegelan Gedung Intensive Care sesuai hasil mediasi dan kesepakatan tertulis dengan fungsi Inspektorat Pemprov Jatim.

Dimana, menurut Fachri salah satu isi dari kesepatan tersebut adalah masing masing sub kontraktor diminta untuk memberikan tanda pada pekerjaan yang sudah terpasang di Gedung Intensive Care namun belum terbayar. Kesepatan tersebut disaksikan oleh Wadir Umum & Keuangan RS Jiwa Menur, Drs. R. Redi Indra, Perwakilan PT Wira Karsa Kontruksi, Konsultan Pengawas PT Amoret Mitra Consulindo, Gesang Nurindra dan Tim Pemeriksa pada 5 April 2021.

“Namun, pada saat subkon melakukan aksi protes dan akan melakukan penyegelan pihak RS Jiwa Menur diwakili Pak Redi kembali berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan para Subkon,” terangnya.

“Kami mencoba memberikan kesempatan terakhir. Namun, apabila hingga batas waktu yang diberikan hingga 1-5 November 2021 nanti tidak terealisasi kami akan melakukan penyegelan gedung Intensive Care,” tegas Fachri.

Para subkon yang dirugikan tersebut berharap pihak pihak terkait baik RS Jiwa Menur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa memberikan perhatian lebih lanjut agar bisa turut membantu progres pembayaran dari Main Kontraktor PT Wira Karsa Kontruksi.

Perlu diketahui, PT Wira Karsa Kontruksi yang menawarkan pekerjaan kontruksi milik Pemprov Jatim di RS Jiwa Menur Surabaya tersebut beralamat kantor pusat di Jalan RSI Faisal VII No. 60 Makassar Sulawesi Selatan. Sedangkan, kantor cabang yang berada di Jalan Manyar Adi I No. 7 Surabaya yang dipimpin Dian Megah Asmara yang mengaku Direktur Cabang berulangkali tidak dapat dihubungi dan malah memblokir nomor nomor para subkon.      ( * )

Related Articles

Back to top button