Ekbis

Jaga Akselarasi Pemulihan Ekonomi, BI Jatim Sosialisasi dan Implementasi Penggunaan QRIS di Koarmada II TNI AL – Surabaya

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk menjaga akselarasi pemulihan ekonomi di Jawa Timur di tengah masa Pandemi Covid -19. Kini Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Jawa Timur bersama Angkatan Laut ( AL ) Surabaya menggelar Edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ) di Koarmada II TNI AL – Surabaya.

Bertajuk ” Sosialisasi dan Implementasi penggunaan QRIS Koarmada II TNI AL – Surabaya , kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bank Indonesa Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, Anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia dan Inspektur Komando Armada II TNI AL Surabaya.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Jawa Timur menyampaikan, bahwa kegiatan Launching Sosialisasi dan Implementasi QRIS di Lingkungan Koarmada II TNI AL – Surabaya adalah sebagai perwujudan kebhinekaan, karena QRIS tersebut difasiltasi oleh Empat Bank yakni Bank Mandiri menfasilitasi QRIS Code, Bank Jatim menfasilitasi QRIS di masjid, Bank BNI fasilitasi QRIS di Kantin dan Corner serta BCA memberikan fasilitasi Gereja dan Pura.

Diungkapkan Budi Hanoto, tentang Inovasi dibidang Sistem Digital pembayaran dan mempertimbangkan Ekonomi Global serta Domestik semakin meningkat terutama akibat Pandemi Covid -19. Oleh karena itu, Pihaknya memandang sebuah alternatif atau Solusi yang Inovasi, Inklusif yang terus berkelanjutan untuk menjaga Akselerasi Pemulihan Wkonomi khususnya di Jawa timur.

” Inovasi ini terus terjadi sebagai respon dari berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan kita, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penggunaan internet dan juga sosial media yang aktifnya luar biasa terbesar di dunia, menjadikan sebuah peluang dari berbagai macam inovasi teknologi untuk dapat diterima oleh masyarakat,” kata Budi Hanoto dalam sambutannya di Gedung Koarmada II TNI AL Surabaya. Jumat ( 12/11/2021 ).

Terlebih menurut Budi Hanoto, Program BI ini adalah salah satu Otoritas Sistem pembayaran mendukung pembayaran non tunai di masyarakat. Bahkan sejak tahun 2014 telah mengkampanyekan Gerakan Nasional yang perlu didukung berbagai Inovasi kebijakan.

” Kita kenalkan kanal pembayaran yang namanya QRIS untuk transaksi pembayaran non tunai yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kemudahan serta efisien bagi masyarakat,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa QRIS ini dikembangkan oleh Industri Sistem pembayaran dari Bank Indonesia, hal ini agar transaksi tersebut dapat terekam dengan cepat dan mudah pengamanannya.

” Sebetulnya bukan masalah pembayaran saja, tapi juga membantu ekosistem yang artinya para konsumen pembayarannya memakai QRIS juga termasuk di kantin bayarnya pakai QRIS. Dan ini nanti akan kelihatan aktifitas dari keluarga koarmada II TNI AL,sehingga akan muncul paymen code dan kredit code sehingga perbankan bisa muda melihat aktifitas,” terangnya.

Dengan kemudahan yang ditawarkan ini. Masih kata Budi Hanoto, setiap Merchan atau penjual bisa menggunakan dengan muda , berkurangnya resiko, tidak perlu adanya pengembalian serta mempermudah transaksinya.

Saat ini.Lanjut Budi, BI telah mencanangkan program QRIS dengan menargetkan 12 juta Merchant termasuk pada keluarga Koarmada II TNI AL – Surabaya, namun pada program tersebut BI sudah mencapai target, hal ini adanya berkat kerjasama masyarakat Jawa timur.

” Potensi Digital di kota Surabaya saat ini tumbuh sangat pesat, pada dua tahun terakhir ini saja.menurut Budi Hanoto, yakni di tahun 2019 yang dipasangi QRIS saja sudah mencapai 53.063 ribu Merchant .Namun di tahun 2020 meningkat sekitar 300 % atau mencapai sekitar 216.678 ribu Merchant dan pada Oktober 2021 sudah mencapai angka 392.868 ribu Merchant,” tandasnya

Budi Hanoto menerangkan, bahwa Digitalisasi pembayaran tersebut merupahkan suatu upaya untuk menjaga protokol kesehatan sekaligus juga mendorong Pemulihan Wkonomi Nasional, dan dengan digitalisasi melalui QRIS memungkinkan transaksi tersebut tanpa adanya tatap muka.

” Pengembangan QRIS ini ada QRIS on delivery, QRIS tanpa tatap muka, QRIS Customer Presented Mode dan juga QRIS tarik tranfer atau setor.ini yang akan menjadi daya tarik pelaku umkm dan masyarakat di pelosok sehingga nantinya perekonomian jadi Inklusif,” pungkas Budi Hanoto.

Pihaknya berharap, tentunya BI tidak dapat bekerja sendiri.namun melalui sinergitas dengan Stakeholder terus berkomitmen agar secara konsisten dapat mengembangkan sistem pembayaran.

” Berbagai kegiatan dan kebijakan BI ini tentu dengan kolaborasi yang solid dengan berbagai semua pihak,” pungkas Budi Hanoto.

Sementara Indah Kurnia anggota DPR RI dari Komisi XI menyampaikan,.bahwa pihaknya sangat terharu dan bangga karena saat ini kita mendapat dukungan yang luar biasa ,khususnya pada pelaksanaan upaya Bank Indonesia yang tiada berhenti untuk berinovasi memperkuat dan meningkatkan transaksi pembayaran non tunai melalui QRIS.

” Ada sebanyak 46 kantor perwakilan Bank Indonesia dan Jawa timur merupahkan kontributor atau penyumbang perekonomian nasional nomor dua setelah DKI jakarta,” ungkapnya.

Indah Kurnia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah sebelumnya melakukan lain QRIS launching di Pasar Kapasan, dan hari ini pula kita juga melaunching QRIS di Koarmada II TNI AL – Surabaya.  ( dji )

Related Articles

Back to top button