Ekbis

Empat Faktor Penting Bangkitnya Ekonomi Jatim Ditengah Pandemi Covid -19, ini penjelasan BI

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi, Bank Indonesia ( BI ) bersama Lembaga dan Otoritas di Jawa Timur optimis untuk menciptakan Sinergi kebijakan serta Inovasi Pemerintah Daerah.

Bertajuk ” Optimisme Jatim Bangkit: Sinergi dan Inovasi untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Jawa Timur” kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta para undangan.

Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto mengatakan, Optimisme akan kebangkitan ekonomi Jatim didukung oleh kondisi fundamental, yang utamanya ditopang oleh sektor pertanian serta kuatnya sektor industri yang menjadikan Jatim sebagai lead export manufaktur.

” Kondisi ini diperkuat dengan inovasi dan sinergi berbagai pihak dalam menggali potensi yang ada, seperti penguatan kerjasama perdagangan antar daerah, digitalisasi perekonomian, peningkatan inklusivitas UMKM, serta pengembangan ekonomi syariah,” kata Budi Hanoto ditemui usai acara Pertemuan Tahunan Tahun 2021 di Gedung Negara Grahadi. Kamis ( 24/11/2021 ).

Diungkapkan Budi Hanoto, bahwa Inovasi dan sinergi kebijakan tersebut telah mampu menjaga momentum kebangkitan ekonomi Jawa Timur di tahun 2021. Di tengah kebijakan pembatasan wilayah, pada triwulan III 2021 ekonomi Jawa Timur tetap mampu tumbuh positif sebesar 3,23% (yoy), lebih tinggi dari Jawa (3,03%, yoy). Sementara pada Triwulan IV 2021, Lanjut Budi Hanoto, Pemulihan Ekonomi Jatim diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan penurunan kasus Covid-19.

Dijelaskan Budi Hanoto, bangkitnya ekonomi Jatim di tengah pandemi Covid-19 tidak lepas dari 4 key success factors, yakni :

1. menjadikan Jatim sebagai Lead Export Industri Manufaktur;
2.penguatan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara (LPN) ;
3. optimalisasi digitalisasi ekonomi; dan
4. menginklusifkan ekonomi Jatim melalui pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan pariwisata.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, kunci sukses akselerasi ekonomi Jatim tidak lepas dari berbagai inisiatif yang dilakukan Pemerintah Daerah, seperti penguatan kerjasama antar daerah dan optimalisasi Lumbung Pangan Nusantara, didukung suksesnya program vaksinasi yang menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi.

Ke depan.Masih kata  Khofifah, terdapat beberapa tantangan bagi perekonomian Jatim yang perlu diantisipasi, antara lain tidak meratanya pemulihan ekonomi global, disparitas laju inflasi antar kabupaten/kota di Jatim, pembangunan SDM dan ketersediaan akses internet yang belum merata antara Jawa Timur bagian Utara dan bagian Selatan, serta lemahnya standardisi produk serta masih terbatasnya pembiayaan UMKM.

Berdasarkan tantangan tersebut. Lanjut Khofifah,  Bank Indonesia memperkirakan Ekonomi Jatim pada tahun 2022 tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pada kisaran 5,0% s.d. 5,8% (yoy) atau kembali ke pola normal pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19. Sementara inflasi diperkirakan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 3 + 1%, sejalan dengan peran aktif TPID terutama melalui optimalisasi Lumbung santara (LPN).

Ditambahkan Khofifah, Pertemuan Tahunan Pemprov Jatim dan Bank Indonesia Jatim ini juga menggelar komitmen program bersama, seperti perluasan Rumah Kurasi dan Pondok Kurasi untuk mendukung 1000 produk UMKM, program perluasan Pasar Rakyat Siap Digital, kick off ikrar halal produk UMKM, kick off perluasan program desa wisata halal dan program kandang komunal untuk peningkatan produksi sapi potong.

” Kerjasama ini diwujudkan dalam rangka penguatan ekosistem UMKM untuk ekonomi Jatim yang inklusif, membangun Jatim sebagai Pusat Industri Halal terdepan serta mewujudkan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara,” ungkapnya.( dji ).

Related Articles

Back to top button