Sospol dan Pemerintahan

Upaya Pemenuhan Dalam Kuota PBIJK 2022, BPJS Kesehatan Beri Apresiasi Pemprov Jatim

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan memberikan Apresiasi terhadap Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam upayanya untuk pemenuhan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) Tahun 2022.

Pada Apresiasi tersebut, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun,berkunjung langsung di Kantor Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Pada acara Audiensi, David Bangun menyampaikan, bahwa saat ini capaian Kepesertaan PBI JK Aktif secara Nasional sampai dengan 31 Mei 2022 berjumlah 89.831.462 jiwa sehingga masih terdapat selisih sejumlah 6.968.538 jiwa dari kuota tahun 2022 yang telah ditetapkan sebesar 96.800.000 jiwa.

” Propinsi Jawa Timur masih memiliki potensi yang besar, terutama disebabkan karena saat ini jumlah kepesertaan penduduk Jawa Timur saat ini baru mencapai 81,51% dari total penduduk sejumlah 41 juta jiwa. Sementara masih terdapat sisa kuota PBI JK sejumlah 789.869 jiwa yang harus segera terpenuhi,” katanya pada keterangan siaran pers.Senin.( 20/6/2022 ).

Menurut David, Pihaknya saat ini telah berkolaborasi lintas kementerian dengan mengundang seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

Ia mengungkapkan, dalam kegiatan Kelas Konsultasi Implementasi Perpres (KKIP). Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

Ia berharap, melalui kelas konsultasi ini tidak lama lagi kuota PBI JK Propinsi Jawa Timur Tahun 2022 dapat segera terpenuhi. Untuk itu, lanjut David , Pihaknya ingin dukungan segenap jajaran pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mendukung bersama program Nasional ini.

Sementara ditempat yang sama, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili menambahkan, bahwa untuk pemenuhan kuota PBI tersebut, harapannya tetap harus memperhatikan kriteria layak yang dianggap sebagai penerima bantuan iuran sesuai dengan Regulasi Kementerian Sosial serta dapat dimasukan kedalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

‘’Harapan kami agar pelaksanaan usulan ini tetap mempertimbangkan kriteria penerima bantuan iuran,’’imbuh Suhadi.

Hal senada diungkapkan, Penjabat Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, bahwa apresiasi tersebut, dimana atas komunikasi yang telah dibangun oleh BPJS Kesehatan untuk mendorong pemenuhan kuota PBI JK Jawa Timur Tahun 2022. Menurutnya target pemenuhan kuota PBI JK membutuhkan langkah segera mengingat sisa yang masih cukup besar.

‘’Terima kasih saya ucapkan atas kunjungan tim dari BPJS Kesehatan untuk menyampaikan beberapa hal, termasuk permasalahan mengenai pemenuhan kuota yang membutuhkan langkah segera, mengingat sisa kuota yang masih cukup besar,” ujarnya

” Dan diharapkan dengan adanya rapat koordinasi dengan kabupaten dan/atau kota se jawa timur, sisa kuota tersebut dapat terpenuhi dalam 2 bulan. Pemerintah Propinsi Jawa Timur sangat mensupport dan membuka diri untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan,’’ imbuh Wahid. ( dji ).

Related Articles

Back to top button