Ekbis

Cegah Resiko Penyakit Bagi Peserta JKN, BPJS Kesehatan Fasilitasi Skrining Riwayat Kesehatan

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan Cabang Surabaya memfasilitasi peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Namun pada pantauan evaluasi tahun sebelumnya.Hanya terdapat 2,2 juta peserta yang melakukan Skrining Riwayat Kesehatan, yakni sebanyak angka 14 persen berpotensi Hipertensi, 6 persen jantung koroner, dan 3 persen Ginjal Kronis serta 3 persen potensinya Diabetes Melitus

“Peserta dengan potensi resiko penyakit itu bisa dilakukan intervensi dan tatalaksana oleh FKTP, untuk mencegah resiko terjadinya penyakit,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Surabaya, Eka Wahyudi ditemui awak media Surabaya pada Rabu. (29/6/2022).

Eka Wahyudi menjelaskan, bahwa Skrining riwayat kesehatan sendiri merupakan pengisian pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga, dan pola konsumsi makanan di fitur menu skrining riwayat kesehatan.

Kegiatan ini.Masih kata Eka Wahyudi, dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS yang sudah lebih dari 15 tahun sebagai upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan diri.

Terlebih Skrining riwayat kesehatan. Lanjut Eka, lebih diperlukan supaya peserta mengetahui potensi resiko penyakit kronis pada dirinya. Hasil skrining juga bisa digunakan untuk membuka akses peserta unutk mendapatkan pelayanan kesehatan JKN, khusunya bagi peserta yang belum pernah memanfaatkan layanan JKN di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Ia menambahkan, bahwa Skrining riwayat kesehatan dilakukan minimal sekali setahun, dengan mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

” Jika hasil skrining riwayat kesehatan ternyata hasilnya memiliki resiko rendah, peserta harus menjaga pola hidup sehat, olahraga dan konsultasi kesehatan dengan dokter FKTP melelui telekonsultasi atau kunjungan langsung,” terangnya

Namun hasilnya ternyata memiliki resiko sedang dan tinggi, harus segera konsultasi kesehatan dengan dokter FKTP dan melakukan skrining kesehatan/ pemeriksaan lanjutan di FKTP. ( dji )

Related Articles

Back to top button