Pendidikan

Komisi D DPRD Kota Surabaya Desak Dispendik Masifkan Sosialisasi SE Diskresi PTM Terbaru

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Terkait adanya Surat Ederan terbaru tentang Diskresi atas pelaksanaan SKB 4 Menteri, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, desak Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk segera memasifkan sosialisiasi pada Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) kepada lingkungan pendidikan di masa Pandemi Covid -19.

“Saya mendorong agar Dinas Pendidikan Surabaya untuk segera menyosialisasikan SE Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) yang terbaru ke sekolah-sekolah. Sebab meski pandemi bisa dikendalikan, bukan berarti kita menjadi lengah,” kata Khusnul ditemui diruang kerja pada Rabu (3/8/2022).

Khusnul mengungkapkan.Bahwa sebelumnya Surat Edaran Mendikbudristek No 7/2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), telah ditandatangani Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada 29 Juli 2022. SE yang baru ini, berbeda dengan SE sebelumnya.

Bahkan menurut Khusnul, ada beberapa poin-poin penting yang harus diketahui sekolah jika ada yang terpapar Covid-19 yang harus diberhentikan sementara adalah aktivitas PTM hanya pada kelompok belajar, bukan aktivitas PTM disatuan pendidikan.

Terlebih kata Khusnul, pada waktu penghentian PTM juga tidak terlalu lama seperti dulu yang mencapai dua pekan.Namun, saat ini jika ditemukan ada peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19, penghentian PTM hanya lima hari saja.

Namun dengan catatan.Lanjut Khusnul, jika yang bersangkutan bukan merupakan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan, atau hasil surveilans epidemologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi covid-19 di bawah 5 persen.

“Selain sosialisasi SE tersebut, kami juga mendorong gugus tugas untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait kepatuhan akan protokol kesehatan (prokes). Kita jangan abai, apalagi sekarang ada varian baru,” terang Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Selain itu , perempuan yang kerab di sapa Ning Kaka juga mendesak Dinas Kesehatan untuk melakukan percepatan vaksinasi lanjutan atau boster bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang belum boster.

“Dinkes juga perlu melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19. Jika nanti boster kedua sudah bisa diberikan kepada pendidik dan tenaga pendidikan, juga harus secepatnya dilakukan,” pungkas Khusnul. ( dji ).

Related Articles

Back to top button