Sospol dan Pemerintahan

Gelar Sidang Paripurna,RAPBD Kota Surabaya Diprediksi Naik

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Rancangan APBD tahun anggaran 2023 sebesar Rp 11,2 triliun, akan diprediksi naik mencapai angka sebesar Rp 852,4 miliar dan dibandingkan.dengan Anggaran tahun 2022 mencapai sebesar 8,19 persen.

Hal ini disampaikan pidato Walikota Surabaya dalam pengantar nota keuangan atas RAPBD tahun anggaran 2023, yang diwakilkan penyampaiannya oleh Wakil Walikota Surabaya, Armuji saat sidang Paripurna di Ruang utama Kantor DPRD Kota Surabaya, Selasa (04/10/2022 ).

Dipaparkan Armuji, bahwa pendapatan Daerah yang ditargetkan sebesar 10,4 Triliun akan diprediksi naik sebesar 10,11 persen dari anggaran tahun 2022 mencapai 964, 2 miliar yang meliputi :
a. Pendapatan Asli Daerah, sebesar 6,5 triliun diprediksi naik sebesar 496, 6 miliar atau sebesar 8,20 persen.

“Pendapatan Asli Daerah diperoleh dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,” terang Armuji.

b. Pendapatan Transfer sebesar 3, 9 triliun diprediksi meningkat sebesar 467,6 miliar atau sebesar 13,46 persen.

“Pendapatan transfer diperoleh dari transfer Pemerintah Pusat serta transfer antardaerah,” imbuhnya.

Terlebih pada sisi Belanja. Masih kata Armuji, akan ditargetkan sebesar Rp 11,2 triliun, yang diprediksi naik mencapai 8,20 persen dari Anggaran tahun 2022 atau 852,4 miliar yakni meliputi :

a. Belanja Operasi, sebesar 8,414 triliun, diprediksi meningkat sebesar 2,41 persen atau 197,9 miliar.

b. Belanja Modal sebesar 2 triliun, diprediksi naik sebesar 30,58 persen atau 654,4 miliar.

c. Belanja Tidak Terduga sebesar 37 miliar rupiah, diprediksikan tetap.

d. Belanja Transfer sebesar 1 miliar 250 juta rupiah, diprediksikan tetap.

Selain itu, pada pos penerimaan pembiayaan. Lanjut Armuji, akan diperoleh dari sisa lebih perhitungan Anggaran tahun sebelumnya yang kemudian diproyeksikan mencapai 759,9 miliar, menurun sebesar 12,82 persen atau 111,7 Miliar.

“Pengeluaran pembiayaan dialokasikan tetap sebesar 10 miliar rupiah, yang direncanakan sebagai penyertaan modal pada Perusahaan Daerah,” urai Armuji.      ( * )

Related Articles

Back to top button