Ekbis

KPPU Kawal Persaingan Pelaku Usaha dan Kemitraan Sehat Dalam Transformasi Digital UMKM

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA COM ) – Gelaran G20 di Pulau Dewata Bali telah usai digelar.Salah satu isu yang diangkat dalam perhelatan tersebut yakni terkait adanya Transformasi Digital.Untuk itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) siap untuk mengawal pelaku usaha e-commerce

Bahkan pada Studi World Bank yang menyebutkan, 80 persen UMKM di Ekosistem Digital memiliki Resiliensi lebih baik di masa pandemic. Tercatat sudah ada 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada Platform e-commerce (lokapasar). Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk terus mendorong terbentuknya nilai ekonomi baru dengan menghadirkan UMKM dalam Ekosistem Digital, seperti mempercepat satu juta UMKM tersedia dalam Platform pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, serta Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPPU M. Afif Hasbullah menyampaikan, Pihaknya telah memeliki catatan khusus mengenai Ekosistem Digital bagi UMKM.

” Disamping menjanjikan peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM, disisi lain perlu juga diwaspadai beberapa potensi hambatan atau tantangan yang akan dihadapi oleh UMKM, seperti penyalahgunaan posisi dominan pengelola market place untuk mendiskriminasi pelaku UMKM atau menetapkan biaya lain diluar kesepakatan awal, menetapkan persyaratan yang menyulitkan proses exit atau entry dalam market place,” kata Afif saat menggelar Konferensi Pers bersama awak media Surabaya di Kantor Wilayah IV KPPU Surabaya.Kamis ( 24/11/2022 ).

Terlebih saat ini.Masih kata Afif, Pihaknya bersama KPPU terus mengawal persaingan usaha dan kemitraan yang sehat dalam Transformasi digital UMKM.

” Saat ini KPPU terus memantau perkembangan digital ekonomi baik dalam kajian ataupun penegakan hukum, seperti saat ini KPPU melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaraan UU No. 5/1999 yang dilakukan oleh Google dan anak usahanya di Indonesia,” terangnya

Bahkan KPPU menduga adanya Google yang  telah melakukan penyalahgunaan posisi dominan, penjualan bersyarat, dan praktik diskriminasi dalam distribusi aplikasi secara digital di Indonesia. ungkapnya.( dji ).

Related Articles

Back to top button