Ekbis

Ditopang 5 Lapangan Usaha, BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2023 Pada Kisaran 5,3 Persen

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sinergitas kebijakan dan Inovasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah menjadi kian optimis bahwa perekonomian di Jawa Timur di tahun 2023 akan tumbuh.

Hal ini disampaikan Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rizki Ernadi Wimanda. Bahwa pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur di tahun 2023 akan berada di kisaran 4,9% hingga 5,3% terutama ditopang oleh tumbuhnya 5 (lima) lapangan usaha utama di Jawa Timur,

Selain itu, Masih kata Rizki, juga dipengaruhi adanya tingginya Konsumsi dan Investasi. Bahkan menurut Rizky, terdapat beberapa tantangan Perekonomian Jawa Timur yang perlu diantisipasi, seperti Kondisi Ekonomi Global yang masih terancam Resesi, gangguan mata rantai Global dan Ketegangan Politik, serta Kondisi Ekonomi Domestik yang perlu diwaspadai seperti Konsolidasi Fiskal, Normalisasi Kebijakan Moneter, serta bantuan Sosial untuk BBM dan subsidi upah yang tidak berlanjut.

” Namun ekonomi Jawa Timur berpotensi terus mengalami perbaikan seiring dengan terkendalinya Covid-19, berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional, serta meningkatnya kegiatan dalam rangka persiapan Pemilu,” kata Rizki Ernadi Wimanda saat hadir pada i acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jawa Timur Tahun 2022 di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rabu ( 30/11/2022 ).

Sementara ditempat yang sama dalam sambutan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Bandoe Widiarto menyampaikan, bahwa Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 merupakan puncak acara High Level Event Bank Indonesia, yang di dalamnya disampaikan pandangan Bank Indonesia tentang Ekonomi ke depan.

Menurut Bandoe Widiarto, dengan tema bertajuk ” Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju,” merupahkan tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan yang dilakukan dalam mendukung kebijakan Pemerintah ke depan.

” Bank Indonesia berharap sinergi dan inovasi dapat menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi, sehingga ketahanan dan kebangkitan ekonomi dapat diperkuat untuk mencapai Indonesia maju,” pintah Bandoe Widiarto.

Disisi lain menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhi Karyono, bahwa di Jawa Timur adalah menjadi Lokomotif pertumbuhan Ekonomi Nasional dengan Kontribusi hingga 14,36% dari PDB secara Nasional.

” Tingginya kontribusi terlihat dari PDRB Non Migas Jawa Timur yang mencapai 6,13 persen lebih tinggi dari provinsi lainnya di Pulau Jawa. Berdasarkan lapangan usaha (LU) Utama, tiga LU berkontribusi hingga 60,88 persen dari total PDRB, serta mampu menyerap hingga 66,29 persen dari total tenaga kerja,”

Ia menambahkan, kinerja Industri pengolahan Jawa Timur juga menunjukkan adanya peningkatan yang lebih tinggi dibanding Nasional, demikian pula dengan pertumbuhan Investasi.

Selain itu, Lanjut Adhi Karyono, niilai Ekspor dan Impor Jawa Timur juga mengalami kenaikan yang signifikan, terutama pada Sektor Impor Komoditas bahan Baku, yang menunjukkan adanya Ekspansi di Industri pengolahan.Termasuk Kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur juga menunjukkan adanya peningkatan.

Adhi Karyono mengungkapkan, bahwa kunci sukses Akselerasi Ekonomi Jawa Timur tidak lepas dari berbagai Sinergi dan Kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Daerah dan Stakeholders terkait.

” Salah satunya dalam hal pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berbagai inisiatif, kolaborasi, dan inovasi yang dilakukan stakeholders ekonomi Jawa Timur merupakan upaya bersama untuk memperkuat ketahanan dan kebangkitan menuju Indonesia Maju,”ungkapnya. ( dji )

Related Articles

Back to top button