Ekbis

Tanggap Terhadap Penanganan Pasokan Listrik Saat Cuaca Buruk,PT TPS Gelar Simulasi

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya keadaan darurat di Dermaga PT Terminal Petikemas Surabaya ( TPS ), kali ini kembali PT TPS menggelar simulasi tanggap darurat dalam penanganan gangguan pasokan listrik saat cuaca buruk.

Pada simulasi tersebut,sekitar pukul 13.00 ( 1 siang ) telah terjadi angin kencang yang ditandai dengan berbunyinya alarm pengukur kecepatan angin yang saat itu kecepatannya mencapai 24,2 knot dan windsock pada kemiringan 90 derajat.

BACA JUGA. : Hadir di Berbagai Fitur Baru Menarik,One UI 5.1 di Galaxy M34 5G Bikin Ngotenmu Lebih Asyik

Saat itu,bertepatan aktivitas bongkar muat dihentikan. Operator Container Crane (CC) diminta untuk memindahkan crane agar secepat mungkin ke titik sandar/tambat yang melawan arah angin dengan memposisikan di titik sandar/tambat (pin down) terdekat.

Tiba-tiba pasokan listrik terganggu, sehingga petugas listrik/ pelayanan teknik harus menyiapkan Sub Station (SS) – 07 yang merupakan cadangan pasokan listrik yang digunakan pada saat keadaan darurat agar CC dapat segera diamankan dan operator CC dapat segera dievakuasi.

Kegiatan simulasi ini melibatkan melibatkan Pegawai dan Mitra kerja yang Bekerja di area Dermaga, sekaligus sebagai Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, tentang Kesiagaan dan Tanggap Darurat serta Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) ISO 45001:2017, tentang Kesiagaan dan Tanggap Darurat.

BACA JUGA : Pangkoarmada II Gelar Upacara Pemberangkatan KRI Diponegoro – 365 Satgas Maritime Task Force TNI KONGA XXVIII-0 / UNIFIL

Seperti yang disampaikan Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A Palupi menyampaikan, bahwa kegiatan simulasi konsisten dilakukan sebagai upaya untuk mengevaluasi kecepatan dan ketepatan respon dalam kondisi darurat serta mitigasi resiko, khususnya penanganan gangguan listrik saat angin kencang.

“Selain peningkatan kompetensi pekerja, simulasi kali ini juga bertujuan untuk pengkinian dan penyesuaian prosedur dalam penanganan kondisi abnormal serta menguji kesigapan dan keterampilan pekerja sebagai upaya mitigasi resiko di tempat kerja,” kata Erika ditemui usai kegiatan simulasi.

Dijelaskan Erika, kesiapsiagaan ini menjadi elemen penting dalam menghadapi potensi bencana. Setiap aktivitas bongkar muat Pelabuhan memiliki resiko tertentu terhadap kegagalan layanan yang tidak dikehendaki, utamanya dalam kondisi bencana alam, yang dapat berkembang menjadi suatu kecelakaan.

Dia menambahkan, kegiatan ini sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki Emergency Response Plan yang tersosialisasikan dengan baik, sehingga apabila terjadi kondisi darurat yang menyebabkan gangguan terhadap Bisnis, maka setiap unsur di lingkup perusahaan memahami langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan.

Terlebih kata Erika, bahwa TPS telah tersertifikasi ISO 22301:2019 tentang sistem Manajemen Keberlanjutan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) dari PT British Standard Institution (BSI) Group Indonesia sejak tahun 2022 yang merupakan komitmen TPS dalam mengelola risiko, terutama dalam mengelola ketahanan dan keberlanjutan usaha untuk menghadapi ketidakpastian atau gangguan (disruption).

Selain itu,masih kata Erika,komitmen TPS dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan kondusif telah menghantarkan TPS pada penghargaan Penerapan K3 Terminal Petikemas Terbaik kategori ?500.000 TEUs dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada akhir September 2023 lalu.

Ia mengungkapkan, TPS juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dalam melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga mencapai 24.593.797 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja, terhitung sejak tanggal 01 Januari 2016 s/d 31 Oktober 2023.” ini sebagai bentuk komitmen TPS dalam menerapkan K3 di Terminal, serta sinergitas TPS bersama para pekerja dan instansi terkait yang telah bersama-sama menerapkan dan menumbuhkan budaya K3 pada diri masing-masing,” demikian ungkap Erika A Palupi.( */dji ).

.

Related Articles

Back to top button