Ekbis

Jelang Ramadhan,KPPU Meninjau 3 Pasar Tradisonal di Surabaya

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebulan jelang bulan Ramadan,.hari ini Senin ( 12/2/2024 ) Kanwil IV KPPU melakukan tinjauan langsung di lapangan terkait Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kota Surabaya,di antaranya Pasar Wonokromo, Pasar Keputran serta Pasar Genteng.

Pada pantauan di Pasar Wonokromo,yang dihadiri juga Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, Kepala Bidang PPhnak Dinas Peternakan Jawa Timur, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, Bulog Divre Jawa Timur serta Kepala Pasar Wonokromo,.

Berikut beberapa harga komoditi terpantau mengalami kenaikan. Harga beras jenis medium berada pada kisaran Rp. 10.900/kg, dan beras premium pada kisaran harga Rp. 17.000/kg.Sedangkan harga gula pasir di kisaran Rp. 17.000/kg, harga daging ayam Rp. 36.000/kg, harga daging sapi Rp. 120.000/kg, harga telur ayam Rp. 27.000/kg, harga bawang putih Rp. 33.000/kg, harga bawang merah Rp. 23.000/kg, harga cabe rawit Rp. 44.000/kg, harga cabe besar merah Rp. 64.000/kg serta harga cabe besar hijau Rp. 20.000/kg. Pada komoditi minyak goreng, harga untuk minyak goreng curah adalah Rp. 14.000/liter, minyakita Rp. 14.000/liter dan minyak goreng premium berbagai merk mulai dari Rp. 14.000/liter hingga Rp. 18.000/liter.

“Dari pantauan di lapangan, kami menemukan yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah harga beras”, ujar Dendy R. Sutrisno selaku Kepala Kanwil IV.

Terkait harga beras yang melambung,KPPU meminta Bulog untuk melakukan pendistribusian beras secara intensif mengingat Bulog masih mempunyai ketersediaan beras SPHP.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan, kesiapan Pemkot Surabaya dalam menghadapi bulan Ramadan berupaya agar komoditi pangan di Surabaya tetap terkendali dan melakukan upaya stabilisasi terhadap komoditi tertentu langsung ke masyarakat.

Dendy berharap kepada Masyarakat agar tetap tenang,dan menghindari pembelian yang tidak perlu ( panic buying ),sebab persediaan komoditi pangan dinilai masih cukup.

Oleh karena itu.Kata Dendy, bagi pelaku usaha dihimbau untuk tidak mencoba melakukan upaya yang mengarah pada praktek penahanan pasokan yang berimbas pada harga yang tidak wajar.

Sementara itu,KPPU akan mendorong Pemerintah Daerah meningkatkan peran Pasar Tradisional sebagai garda depan Stabilisasi harga Pangan, tidak sekedar hanya dilibatkan dalam Operasi Pasar. ( Izal )

Related Articles

Back to top button