Hukum dan Kriminal

KPPU Bakal Panggil 4 Perusahaan Yang Terlibat Dalam Penyaluran Pinjaman Mahasiswa

 

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Menanggapi permasalahan pinjaman Mahasiswa daring,tak lama lagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) bakal memanggil empat ( 4 ) Perusahaan atau Lembaga pembiayaan daring yang telah menyalurkan pinjaman Mahasiswa

Berikut keempat Perusahaan yang bakal dipanggil KPPU :

1.PT Dana Bagus Indonesia (DANABAGUS)

2.PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (CICIL)

3.PT Fintech Bina Bangsa (EDUFUND),

4.PT Inclusive Finance Group (DANACITA).

BACA JUGA. : Deputy Gubernur Senior Destry Damayanti Resmi Kukuhkan Erwin Gunawan Hutapea Sebagai KPwBI Provinsi Jatim

Ketua KPPU Dr. M. Fanshurullah Asa mengungkapkan,tercatat dari berbagai sumber, keempat perusahaan tersebut telah menyalurkan pinjaman Mahasiswa hampir mencapai nilai Rp.450 miliar.Sebagian besar, yakni 83,6%, disalurkan oleh Danacita di berbagai produk pinjaman Mahasiswa daring yang mengenakan bunga atau berbagai biaya bulanan menyerupai bunga dengan durasi pinjaman sebagaimana layaknya pinjaman diluar pendidikan tersebut, tidak sejalan dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU No. 12/2012), sehingga dapat menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.

Sebelumnya,masih kata Ketua KPPU .Pihaknya telah menghadirkan 83 Perguruan Tinggi untuk mendalami isu penyaluran pinjaman Mahasiswa ( Student Loan ) pada 19 Februari 2024.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh berbagai jenis Perguruan Tinggi,lanjut Dr.M.Fanshurullah, KPPU sudah mencatat pinjaman Mahasiswa difasilitasi Perguruan Tinggi melalui kerja sama dengan Lembaga pembiayaan daring untuk pendanaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), khususnya bagi Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembayaran UKT.

BACA JUGA : Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim Bakal Maju Sebagai Wakil Gubernur Jatim

Dia membeberkan, dalam regulasi yang ada, yakni UU No. 12/2012 khususnya Pasal 76,menyebut bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Perguruan Tinggi berkewajiban memenuhi hak Mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi untuk dapat menyelesaikan Studinya sesuai dengan peraturan Akademik.

Dr.M.Fanshurulah mengatakan,salah satu cara pemenuhan haknya, dilakukan dengan pemberian pinjaman dana tanpa bunga yang wajib dilunasi setelah lulus dan atau memperoleh pekerjaan. Ini dipertegas oleh penjelasan undang-undang tersebut yang menjelaskan bahwa pinjaman dana tanpa bunga adalah pinjaman yang diterima oleh Mahasiswa tanpa bunga untuk mengikuti dan/atau menyelesaikan pendidikan tinggi dengan kewajiban membayar kembali setelah lulus dan mendapatkan pendapatan yang cukup.

Dalam kasus ini,terang Dr.M.Fanshurullah Asa, pinjaman Mahasiswa yang mengenakan berbagai bunga atau biaya bulanan menyerupai bunga, serta dengan durasi pinjaman tertentu.

“Dugaanya ini melawan hukum dan dapat mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat. KPPU sesuai tugas dan kewenangannya, akan melakukan penegakan hukum kepada perusahaan atau lembaga pembiayaan daring, jika dalam prosesnya terbukti menyalahi aturan dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dpasar penyaluran pinjaman mahasiswa tersebut,” tandas ketua KPPU

Oleh karena itu,imbuh Dr. M.Fanshurullah Asa.KPPU dalam waktu dekat akan memanggil berbagai lembaga pembiayaan daring yang telah menyalurkan pinjaman mahasiswa tersebut, serta mengundang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. ( Izal ).

Related Articles

Back to top button