109 Warga Penerima Manfaat di Kecamatan Pabean Cantian Terima BLT Peralihan dari Program Permakanan

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya akan melakukan program penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) peralihan dari program permakanan senilai Rp.200 ribu untuk 109 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Pabean Cantian,pada Kamis ( 4/1/2024 ).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin,bahwa penerima manfaat bagi warga yang sebelumnya menerima bantuan permakanan dari pemkot setempat bakal menerima uang tunai.
BACA JUGA : 80 Pelukis Dari Berbagai Daerah Pamerkan 150 Karya Lukisan di Basement Alun – Alun Surabaya
“Perbulan mereka dapat Rp200 ribu,” kata Anna di temui Kantor Kecamatan Pabean Cantian.
Sedangkan bagi warga penerima manfaat di wilayah Kecamatan yang lain akan diserahkan secara bertahap.
Perempuan mantan Camat Jambangan tersebut menegaskan,Masyarakat yang sudah mendapatkan BLT,tentunya tidak mendapatkan program menerima Bantuan Sosial (bansos) dalam bentuk lainnya,hal tersebut sesuai dengan arahan dari KPK dan BPK.
“Posisinya tidak boleh satu orang mendapatkan dobel bantuan karena sama-sama dalam satu belanja bansos,” tandas Anna
Sementara itu, menurut Anna.Dinsos kota Surabaya telah mencatat jumlah keseluruhan penerima BLT yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya sebanyak 8.310 orang.
BACA JUGA : KAI Daop 8 Surabaya Catat 20.507 Penumpang Per Tanggal 31 Desember 2023
Dia menguraikan, bahwa angka tersebut merupakan kalkulasi dari jumlah penerima bantuan permakanan yang dialihkan ke BLT sebanyak 1.148 orang dan ditambah hasil pendataan lanjutan kepada 7.162 orang keluarga miskin (gamis).
“Dalam perjalanannya kami update data, ada kelurga miskin baru dan mereka belum dapat sebelumnya,” ujarnya.
Anna menambahkan, ribuan orang yang mendapatkan program dari Pemerintah Kota Surabaya merupakan penerima manfaat yang berasal dari 31 wilayah Kecamatan yang ada di Surabaya.Selain itu,lanjut Anna.BLT tereebut juga diterima para peneri maanfaat selama 12 bulan atau satu tahun penuh.
“Sehingga nanti di Surabaya tidak ada keluarga miskin yang tidak mendapatkan intervensi bantuan sosial,” terangnya
Ia pun menambahkan, untuk penyaluran bantuan tidsk hanya dilakukan secara langsung di lokasi yang difasilitasi.Namun, Petugas dari Dinsos juga melakukan langkah jemput bola.
Hal tersebut dilakukan supaya bagi para penerima yang tidak dapat hadir pada saat penyaluran bisa menerima program BLT secara langsung.
“Misalnya ada yang sakit atau kondisinya tidak memungkinkan datang, maka kami kirim ke rumahnya,” terangnya.
Tak hanya itu,kata Anna, pihaknya bersama petugas juga melakukan pendataan secara langsung bagi masyarakat yang menerima penyaluran bantuan.
“Jadi ketika sufah ambil langsung terdata identitasnya, jadi setiap hari sudah tahun terekam berapa,” demikian ungkap Anna.( dji ).




