Ekbis

Bidik Arus 13,77 Juta TEUs, Pelindo Terminal Petikemas Optimistis Tatap 2026

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mematok target ambisius untuk tahun 2026.

Operator terminal jasa kepelabuhanan ini menargetkan arus peti kemas mencapai 13,77 juta TEUs di seluruh terminal kelolaannya, atau melonjak hingga 10 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra, menyatakan bahwa optimisme ini didasarkan pada performa ekonomi nasional yang solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang menyentuh angka 5,11 persen dipandang sebagai katalisator utama meningkatnya aktivitas industri.

“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra dalam keterangan resminya di Surabaya, Selasa (10/02/2026).

Motor Pertumbuhan dari Timur hingga Barat

Sejumlah terminal diproyeksi menjadi tulang punggung pertumbuhan arus logistik tahun ini:

Sulawesi: Terminal Kendari didorong oleh lonjakan ekspor nikel.

Kalimantan Utara: Terminal Tarakan fokus menangkap potensi logistik Liquefied Natural Gas (LNG).

Papua: Terminal Merauke mencatat kenaikan signifikan seiring dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Jawa: Terminal Semarang diprediksi kian sibuk melayani manufaktur dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Sebagai langkah konkret, SPTP berencana melakukan modernisasi infrastruktur. “Kami akan melengkapi sejumlah terminal dengan alat bongkar muat baru untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa,” tambah Widyaswendra.

Geliat Ekspor dan Efek FTA

Optimisme Pelindo sejalan dengan prediksi Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno. Ia memperkirakan ekspor nasional tumbuh 7 persen pada 2026, dipicu oleh perluasan Free Trade Agreement (FTA) yang membuat produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Sementara itu, dari sisi logistik, Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memprediksi sektor transportasi dan pergudangan tumbuh hingga 11,6 persen. Faktor pendorongnya mulai dari ledakan e-commerce hingga program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan hilirisasi industri.

Tantangan dan Strategi Global

Akademisi FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim, mengingatkan pentingnya pemetaan pasar ke kawasan baru seperti Timur Tengah dan Afrika. Ia menekankan bahwa efisiensi di pelabuhan adalah kunci.

“Keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain,” terang Lukman.

Dengan penguatan infrastruktur dan integrasi rantai pasok, PT Pelindo Terminal Petikemas kini memposisikan diri bukan sekadar pengelola bongkar muat, melainkan motor penggerak utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. (dji)

Related Articles

Back to top button