PT Darmi Bersaudara Tbk Proyeksikan Tahun 2023 Targetkan Penjualan Hingga 600 Kontainer

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sepanjang tahun 2021 yang lalu, dapat dikatakan bahwa inilah tahun yang penuh gejolak dan dinamika bagi Perseroan. Pasalnya di tahun tersebut merupahkan kondisi yang diselimuti Pandemi Covid -19.Bahkan terpaan berbagai kendala baik yang bersifat Global, Regional hingga Domestik, telah memaksa Direksi Perseroan memutar otak untuk mengatasinya.
Namun bukanlah perkara yang mudah untuk menembus Barrier tersebut,lantaran yang dihadapi Perseroan pada saat itu belum pernah terjadi pada tahun sebelum-sebelumnya.Kendati begitu PT Darmi Bersaudara Tbk, berhasil mencatat angka penjualan bersih sebesar Rp.5,06 Milyar dan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp147,44 Juta.
” Bagi Direksi Perseroan, pencapaian ini sungguh patut disyukuri,” kata Direktur Utama PT Darmi Bersaudara Tbk, Nanang Sumartono H.dalam keterangan siaran pers.Senin ( 18/7/2022 ).
Menurut Nanang, bahwa penjualan Perseroan tersebut, Mayoritas adalah profil penjualan Ekspor, di sepanjang tahun 2021 secara kuantitas setara dengan pengapalan 51 kontainer dengan volume kubikasi sebesar 1.030,26 M3. Sedangkan secara nilai Rupiah, telah mencapai angka nominal Rp. 5,06 Milyar.
Nanang menyebutkan, bahwa angka penjualan adalah Rp5,06 Milyar, yakni mengalami penurunan 93,17% atau Rp 69,02 Milyar dibanding dengan tahun 2020. Pos Laba Bruto pun mengikuti, mengalami penurunan Rp.1,698 Milyar atau turun 1.864,15 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu. Masih kata Nanang, untuk Perseroan sendiri telah menutup tahun 2021 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp147,44 Juta, dimana Laba ini mengalami penurunan 61,19% dari Rp379 Juta pada tahun 2020.
” Neraca Perseroan per 31 Desember 2021 yang menampilkan jumlah aset sebesar Rp 106.481 Milyar atau turun 3,49%. Jumlah hutang sebesar Rp 27.891 Milyar atau turun 12,81% sementara jumlah ekuitas sebesar Rp 78.589 Milyar atau naik tipis 0,31% dibandingkan tahun 2020,” ujarnya.
Sementara di sepanjang tahun 2021, Perseroan PT Darmi Bersaudara Tbk, masih menghadapi kendala,bahkan pemasaran sebagai akibat merebaknya pandemik di negara tujuan ekspor yakni Asia Selatan. Namun di periode yang sama, terjadi peningkatan luar biasa atas harga sewa Kontainer yang dipicu oleh kelangkaan jumlah kontainer pada pelabuhan keberangkatan dan pelabuhan tujuan. Demikian juga halnya dengan harga freight yang melambung tinggi turut membebani Perseroan.
Dengan kondisi seperti ini, telah menyebabkan kinerja Perseroan terganggu,sehingga pasar utama Ekspor Perseroan menjadi sulit di akses dan mengalami perlambatan kinerja sehingga dapat dikatakan Perseroan kehilangan mayoritas penjualan.
” Kehilangan penjualan ini menyebabkan kinerja Perseroan mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan walau sebenarnya aktual penjualan masih terjadi,” terang Nanang.
Ia menambahkan, bahwa dalam Laporan Triwulan I 2021, yang mencatat penjualan bersih sebesar Rp.2,646 Milyar dan membukukan laba bersih Rp.128,81 Juta. Terdapat disparitas yang cukup besar bila diperbandingkan dengan pada Laporan Triwulan I 2020 dimana periode lalu itu mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp24,3 Milyar dan membukukan laba bersih sebesar Rp1,099 Milyar.
Berikut kuantitas kontainer yang berhasil dikapalkan atau dijual Perseroan di tengah situasi serba sulit selama perode Triwulan I 2021 yakni,
-Januari 2021 sebanyak 15 kontainer setara volume 305,51 M3
– Februari 2021 memberangkatkan 8 kontainer dengan volume 157,13 M3
– Maret 2021 mengirim 5 kontainer setara volume 103,57 M3.
– Total pengapalan selama Triwulan I 2021 adalah 28 kontainer dengan total volume 566,22 M3.
Pada sisi yang lain.Lanjut Nanang, untuk mengurangi beban biaya, Perseroan terus berupaya menggenjot penjualan dan sesuai dengan penyajian dalam Laporan Triwulan II 2021, akumulasi penjualan bersih pada periode ini mencapai total Rp.4,32 Milyar dan masih dapat mencatatkan akumulasi laba bersih sebesar total Rp.378 Juta.
” Bila dibandingkan dengan posisi pada Laporan Triwulan I 2021 sebelumnya, penjualan bersih selama periode Laporan Triwulan II 2021 mencapai Rp1,67 M dan membukukan laba bersih sebesar Rp.250 Juta,” ungkapnya.
Berikut adalah kuantitas kontainer yang berhasil dikapalkan atau dijual Perseroan selama perode Triwulan II 2021 yaitu :
– April 2021 sebanyak 5 kontainer yang setara volume 102,48 M3
– Mei 2021 memberangkatkan 11 kontainer dengan volume 222,63 M3.
– Juni 2021 Perseroan tidak dapat mengapalkan penjualannya akibat harga freigth dan harga sewa kontainer yang melonjak tinggi.
– Total pengapalan selama Triwulan II 2021 adalah sebanyak 16 kontainer dengan total volume 325,11 M3.
Dalam Laporan publikasi Triwulan III 2021, penjualan akumulatif tercatat Rp.4,32 Milyar, relatif stagnan jika dibandingkan dengan posisi Triwulan II 2021. Sedangkan untuk pos laba berjalan tergerus akibat terus menanggung beban biaya-biaya berjalan. Ditengah situasi yang menekan ini, Perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih akumulasi per periode Triwulan III 2021 sebesar Rp.146,9 Juta.
Selama periode Triwulan IV 2021, Perseroan telah berupaya keras untuk memulihkan kinerja Perseroan, setidaknya untuk mempersiapkan kinerjanya di tahun depan, yaitu tahun ini 2022.
Adapun kuantitas kontainer yang berhasil dikapalkan atau dijual Perseroan selama perode Triwulan IV 2021 yaitu pada bulan November 2021 sebanyak 7 kontainer yang setara volume 138,90 M3.
Diungkapkan Nanang,meskipun masih diselimuti pandemi dan fluktuasi abnormal baik harga maupun kelangkaan freight dan kontainer, Perseroan di sepanjang tahun 2021 dapat mengapalkan penjualan sebanyak 51 kontainer dimana jumlah tersebut adalah setara volume 1.030,26 M3, senilai Rp.5,06 Milyar atau setara US$356.514,67, dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp.147 juta.
Nanang meyakini, bahwa penjualan pada tahun 2022 diproyeksikan menyentuh angka Rp.114,660 Milyar dengan laba kotor sebesar Rp.19,222 Milyar, sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp 7,451 Milyar. Hal ini dimungkinkan sejalan dengan asumsi penetapan target penjualan selama 2022 yaitu 450 kontainer.
Sementara itu, Masih menurut Nanang. bahwa Perseroan akan memproyeksikan Eksposur penjualan pada tahun 2022 naik menjadi Rp.114,660 Milyar, menghasilkan laba kotor sebesar Rp 19,222 Milyar. Sedangkan laba bersih Perseroan mematok angka sebesar Rp 7,451 Milyar.
Penjualan pada tahun 2023 diproyeksikan menyentuh angka Rp137,592 Milyar dengan laba kotor sebesar Rp 23,066 Milyar, sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp 8,941 Milyar. Hal ini dimungkinkan sejalan dengan asumsi penetapan target penjualan selama 2023 yaitu 600 kontainer. ( dji ).




