Dorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, BI Jatim Sosialisasi Akselerasi KKI dan Pembayaran Digital QRIS

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk mendorong transaksi Sistem pembayaran secara Digital,kembali Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan yang dikemas dengan acara Sarasehan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah ( TP2DD ).
Dalam Transaksi Digital tersebut.Kai ini, BI membidik pada akses Transaksi Digital Keuangan antar Pemerintah Daerah ( Pemda ) dengan Akselerasi Kartu Kredit Indonesia ( KKI ), dan Pembayaran Digital Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ).
Dalam sambutannya, Deputy Gubernur BI, Filianingsih Hendarta.Bahwa Birokrasi saat ini berupaya mendorong transaksi pembayaran non tunai melalui digitalisasi.
Baca juga : Berkolaborasi Bersama Bumdes dan Bumdesma Terbanyak,Unesa Kembali Catatkan Rekor Muri ke – 9
” Terutama KKI ini kita bidik ke segmen pemerintah dalam rangka akselerasi ekonomi keuangan digital,” kata Deputy Gubernur BI, Filianingsih Hendarta dalam sambutannya di Hotel Sheratoon Surabaya, Senin ( 28/8/2023 ).
Ia membeberkan,Penerbitan Keppres Tahun 2021, TP2DD terkait pada sejumlah Birokrasi Daerah di Indonesia sudah terwujud.
” Saat ini sudah ada 542 Pemda dalam TP2DD,” beber Filianingsih
Sementara itu, Filianingsih juga menyebut, dari 542 Pemda yang ada di TP2DD di wilayah Pulau Jawa terdapat 119 Pemda yang bertransaksi melalui QRIS sudah mencapai 99,2%, eBanking 100%, dan e-commerce 100%.
Sedangkan penyediaan kanal Digital di wilayah Balinusa terdapat 44 Pemda atau mencapai 47,7 persen, dengan rincian QRIS 75,0%, eBanking capai 100%, e-commerce 61,4.
Ia menjelaskan, bahwa ekonomi dan keuangan non tunai tersebut terus tumbuh, hingga secara nyata Masyarakat mulai beralih dengan transaksi pembayaran menggunakan transaksi non tunai dengan berbasis Digital.
Baca juga : Awas…Waspadai Penipuan Berkedok Petugas PLN
Menurutnya, Digitalisasi Sistem pembayaran di Jawa Timur menunjukan perkembangan yang sangat pesat.Bahkan,Lanjut Filianingsih.pengguna QRIS di Jatim telah mencapai angka 5,2 juta pengguna dan lebih dari 3,1 juta Merchant.
Tak hanya itu.Kata Filianingsih,pencapaian Elektronifikasi Pemda Jatim juga mengalami peningkatan secara masif dengan angka 97% telah mencapai tahap masif.
Sedangkan untuk perkembangan Kartu Kredit Indonesia ( KKI ) segmen Pemerintah akan dilakukan secara bertahap dengan Tiga ( 3 ) Tahap.
Ia menambahkan, keseluruhan tahapan pengembangan dan Implementasi KKI segmen Pemerintah dilandasi dengan prinsip – prinsip sebagai berikut.
1.Efisensi
2.Perluasan Akses
3.Inovasi
4.Kompetisi Sehat
5.Keamanan data dan Transaksi
6.Kepentingan.
Kedepan,sambung Filianingsih, Pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Daerah agar meningkatkan layanan digitalisasi keuangan, terutama dengan QRIS,” pintahnya.( dji ).




