Ekbis

OJK : Hingga Agustus 2023 Kondisi Industri Jasa Keuangan Jatim Stabil

 

SOLO : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Regional 4 Jawa Timur (KR 4),Giri Triboto menilai, bahwa kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di Jawa Timur hingga dengan Bulan Agustus 2023 masih dalam keadaan Stabil.

Kendati di tengah tingginya dinamika Perekonomian Global dengan stabilitas terjaga, permodalan yang solid, profil risiko tetap terjaga dan likuiditas yang memadai sehingga meningkatkan optimisme bahwa sektor jasa keuangan di Jawa Timur mampu memitigasi risiko higher for longer suku bunga global.
Perkembangan Perekonomian Jawa Timur

Diungkapkan Giri Triboto, sepanjang Triwulan-II 2023 Ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,17% secara year-on-year, hal tersebut ditopang adanya peningkatan mobilitas Masyarakat, momen Hari Besar Keagamaan dan cuti Bersama serta penyesuaian harga BBM yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan aktivitas produksi.

Sedangkan di Jawa Timur.Masih kata Giri Triboto,pada Triwulan-II tahun 2023 Ekonomi tumbuh sebesar 5,24% secara year-on-year, lebih tinggi dibandingkan Nasional dan menempati peringkat dua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,25% secara year-on-year.

” Jawa Timur adalah penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,23%, menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten diatas 5% sejak 2022,” kata Giri Triboto pada acara Media Update dan Sharing Knowledge OJK Regional 4 Jatim Bersama Insan Pers.Selasa ( 17/10/2023 ) di Swiss Bel Hotel,Solo.

Ia juga membeberkan, konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur dari sisi Pengeluaran dengan porsi sebesar 61,23% dan pertumbuhan sebesar 5,1% secara year-on-year yang didorong oleh Subkomponen Transportasi atau Angkutan, Barang Pribadi dan Jasa Perorangan, Komunikasi, serta Rekreasi dan Budaya.
Di sisi lain.Masih Giri Triboto, Komponen Ekspor terkontraksi mencapai 2,29% secara year-on-year akibat menurunnya Komoditas utama Ekspor Barang luar Negeri seperti Komoditas Lemak dan Minyak Hewan, Kayu dan Barang dari Kayu serta Bahan Kimia Organik.

Sedangkan dari sisi Lapangan Usaha.Lanjut Giri, Sektor Industri Pengolahan menyumbang porsi terbesar pada PDRB Jawa Timur sebesar 30,17% dengan pertumbuhan sebesar 3,99% secara year-on-year dimana Industri Makanan dan Minuman, Industri Alat Angkut, Industri Kulit dan Barang dari Kulit, serta Industri Logam Dasar menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kinerja kategori Industri.

” Sektor Perdagangan menyumbang porsi sebesar 18,75% pada PDRB Jawa Timur dengan pertumbuhan sebesar 6,44% secara year-on-year didukung oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi,”ungkapnya. ( dji ).

Related Articles

Back to top button