Perkuat Sinergi Pendidikan, Sampoerna Academy Dorong Kolaborasi Holistik Orang Tua dan Sekolah demi Resiliensi Siswa

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM )– Riset global dari Harvard Graduate School of Education dan OECD menegaskan bahwa kolaborasi solid antara sekolah dan orang tua menjadi faktor determinan dalam keberhasilan akademik serta perkembangan emosional anak.
Merespons temuan tersebut, Sampoerna Academy memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis kemitraan strategis guna mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global.
Sebagai pionir pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di Indonesia, Sampoerna Academy menilai bahwa pendampingan holistik tidak hanya terbatas pada angka di atas kertas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
Director of Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, menyatakan bahwa efektivitas pendidikan sangat bergantung pada sejauh mana rumah dan sekolah berjalan selaras.
“Saat komunikasi terjalin jujur dan kolaborasi tumbuh konsisten, anak berkembang dengan lebih percaya diri dan termotivasi. Inilah yang membentuk mereka menjadi pembelajar seumur hidup yang siap menghadapi setiap tahapan kehidupan, baik di Indonesia maupun di dunia global,” kata Mustafa dalam keterangannya, Jumat, 19 Desember 2025 .
Psikolog Pendidikan, Cynthia Vivian Purwanto, M.Psi., menjelaskan bahwa setiap fase perkembangan anak memiliki dinamika unik yang memerlukan pendekatan berbeda:
• Fase TK: Fokus pada pembangunan fondasi motorik, kognitif, dan kontrol emosi.
• Fase SD: Anak mulai membandingkan kompetensi diri dengan teman sebaya, yang berdampak pada kegigihan belajar.
• Fase SMP (Remaja Awal): Masa transisi kompleks yang melibatkan perubahan hormonal dan pencarian identitas diri.
• Fase SMA (Remaja Akhir): Fase krusial penentuan masa depan dan persiapan menuju pendidikan tinggi.
Cynthia memperingatkan bahwa jika tantangan pada fase-fase tersebut tidak tertangani dengan baik, risiko penurunan motivasi hingga gangguan kesehatan mental dapat terjadi.
“Kolaborasi memerlukan sinergi nyata di mana kedua pihak saling mendengarkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung resiliensi diri dan motivasi intrinsik anak,” tambahnya.
Guna mewujudkan visi tersebut, Sampoerna Academy menerapkan berbagai inisiatif terstruktur seperti parent engagement, sesi konseling, hingga learning conference. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan siswa menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui penguasaan keterampilan abad ke-21.
Selain penguatan kurikulum dan ekosistem, Sampoerna Academy juga terus meningkatkan kenyamanan fasilitas. Salah satunya adalah kemudahan akses menuju Kampus Pakuwon Indah Surabaya yang kini semakin strategis berkat pembukaan jalur baru Radial Road Lontar oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Merayakan hari jadi ke-20 Sampoerna Schools System, lembaga ini juga menawarkan program khusus bagi orang tua berupa potongan biaya sekolah hingga Rp.24 juta, bebas biaya pendaftaran, serta gratis biaya buku dan seragam. Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berstandar global.
“Ketika sekolah dan orang tua bekerja sama, kita tidak hanya mendorong kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang adaptif, inovatif, dan peduli pada dunia,” tutup Mustafa. (dji)



