Mahasiswa Unesa Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Matematika RRP
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, Jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menciptakan aplikasi pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality (AR)
Aplikasi pembelajaran yang disebut dengan Ruang-Ruang Petualangan (RRP) itu diuji coba sekaligus diluncurkan di SMP Negeri 1 Surabaya pada Jumat lalu, 26 Agustus 2024.
Inovasi itu lahir dari tangan Mahasiswa, yakni Hadyan ihtifazhuddin, Binti Nur Hidayah, Bunga Cahyaning Atie, Afina Aulia Purnamaningtyas, Altafia Ainur Roihana, Heni Zulatifah, dan Delvi Yurvila Nada.
Hadyan Ihtifazhuddin selaku ketua tim mengungkapkan, bahwa Inovasi RRP tercipta dari keresahan para mahasiswa terhadap posisi matematika yang semakin kurang disenangi siswa.
“Pengalaman pribadi kami waktu menjalani PPL, kalau sudah masuk pelajaran matematika siswa bawaannya males. Mungkin karena siswa ini merasa sulit memahami pelajaran yang sarat akan perhitungan dan rumus,” katanya
Oleh sebab itu, masih kata Hadyan, dalam proyek kepemimpinan di PPG Unesa, dirinya bersama rekan mahasiswa menciotakan sebuah media pembelajaran matematika berbasis augmented reality.
” Aplikasi tersebut mengintegrasikan materi pelajaran matematika, khususnya pelajaran bangun ruang dengan sejumlah ikon kota pahlawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa bangunan ikon Surabaya itu direpresentasikan atau diproyeksikan ke dalam bentuk objek maya tiga dimensi (3D). Sehingga, imbuh Hadyan, objek bangunan yang ditampilkan ke dalam aplikasi menyerupai aslinya.
Tidak hanya itu, masih Hadyan, di dalamnya juga terdapat materi bangun ruang yang dikemas dalam bentuk petualangan.
“ Siswa dapat mudah memahami materi bangun ruang dengan cara berpetualang secara virtual mulai dari Tugu Pahlawan hingga Bambu Runcing. Setiap titik ada konten bangun ruang yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran,” bebernya.
Binti Nur Hidayah selaku anggota tim menambahkan, dalam media pembelajaran ini, siswa melakukan penjelajahan sembari belajar.
Binti juga menyebutkan, belajar tentang tabung dari bangunan Bambu Runcing, limas pada bentuk bangunan Museum WR Soepratman, belajar tentang kerucut dari Kubah Masjid Al-Akbar.
Selanjutnya, sambung Binti, belajar tentang lingkaran pada bollard (bola beton pembatas jalan di trotoar), balok dari bangunan Pakuwon Mall, dan belajar tentang kubus dari bentuk miniatur ka’bah Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).
“Pendekatan kami melalui pelajaran matematika yang sesuai dengan keseharian siswa. Dengan begitu, pembelajaran matematika jadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik. Kami juga ingin menanamkan kepada siswa bahwa matematika itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan bisa dinikmati,” tandasnya.
Delvi Yurvila Nada menambahkan, RRP itu dikembangkan dan digunakan sejak awal Juni lalu saat peluncuran di SMPN 1 Surabaya.
Ia berharap Inovasi media pembelajaran itu dapat membantu guru di sekolah, khususnya dalam membelajarkan matematika dengan mudah dan bermakna kepada para siswanya.
Aplikasi RRP berbasis Android bisa digunakan para guru secara gratis dan terus dikembangkan.
Sementara aplikasi dapat didownload melalui website, https://bit.ly/RRPPKPPGPrajab2023gel2.
“Kami harap aplikasi ini bisa digunakan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kami akan sosialisasi dan terus melakukan pengembangan, termasuk proses agar bisa didownload melalui Play Store,” ucap Delvi.
Inovasi ini disambut baik pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani mengaku bangga dengan inovasi tersebut sekaligus mengapresiasi media pembelajaran inovatif tersebut.
Ia menilai, inovasi baru pertama kali ada di aplikasi ini tentang matematika yang diintegrasikan dengan lingkungan sekitar.
“Semoga aplikasi ini semakin memotivasi siswa untuk lebih tertarik mempelajari matematika,” demikian kata Eko. (dji)




