Ekbis

Antisipasi Resiko Karies dan Gigi Berlubang, PDGI Bekerjasama Afdokgi Gelar Edukasi Pentingnya Rawat Gigi.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Untuk mengantisipasi terhadap resiko Rakies dan Gigi Berlubang pada Anak – anak maupun orang dewasa. PT.Unilever Indonesia Tbk, bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia ( PDGI ) , Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia ( AFDOKGI ) menggelar program Bulan Kesehatan Gigi Nasional ( BKGN ) 2018

Program yang bertajuk ” Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi ” adalah wujud kepedulian PDGI dan Afdokgi untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan gula yang tersembunyi pada makanan yang dikomsumsi setiap hari.

Hal ini seperti yang diungkapkan drg. Ratu Mirah Aflfah, GCClinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever ilndonesia mengatakan. Edukasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, pasalnya masyarakat surabaya kerap mengkomsumsi kuliner khas Surabaya yang memiliki rasa manis, namun banyak mengandung gula tersembunyi.terutama pada hidangan yang mengandung petis yang sering digunakan untuk makanan Rujak Cingur, Lontong Balap, Lontong Kupang, Tahu campur, Tahu Tek, Pecel Semanggi.

” Ini tak banyak yang tahu bahwa ternyata 100 gram petis mengandung gula tersembunyi sebanyak 1,23 gram. Apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan mengenai perawatan kesehatan gigi yang benar, tentunya ha! ini akan beresiko menimbulkan masalah karies.” kata drg. Ratu Mirah Afifah saat gelar konferensi pers di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Nala Husada Universitas Hang Tuah.Kamis ( 1/11/2018 )

Menurut Afifah,melalui program Kesehatan Gigi tersebut.Pihaknya bersama masyarakat dapat mengedukasi, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus membiasakan masyarakat dapat merawat giginya

” Dengan program ini masyarakat surabaya bisa merawat kesehatan giginya dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekaIi,” ujarnya.

” Tahun ini kami juga memiliki target untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi ke 1.000 orang masyarakat Surabaya dan sekitarnya.”imbuhnya
Ditempat yang sama drg. Lita Agustia, M.H. Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah menambahkan, bahwa masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai 4 mata rantai yang saling berinteraksi, yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan

” Bicara mengenai substrat, gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi,” katanya
Selain substrat, masih kata Lita faktor waktu juga penting diperhatikan karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi. Namun, proses karies akibat gula

” pembentukan karies harus diwaspadai dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali,” tutup Lita.   ( Dji )

Related Articles

Back to top button