Ekbis

Arus Logistik Melonjak 14 Persen, Pelabuhan Merauke Desak Pembangunan Depo di Luar Area

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM )– Peningkatan volume logistik di Provinsi Papua Selatan memicu kepadatan serius di Pelabuhan Merauke.

Pelaku usaha dan otoritas pelabuhan kini mendesak percepatan pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan guna mencegah stagnasi distribusi barang.

Data PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat pertumbuhan arus peti kemas mencapai 14 persen dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, arus peti kemas menembus 52.715 TEUs, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 46.429 TEUs.

Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Merauke, Abi Bakri Alhamid, menegaskan bahwa keberadaan depo luar pelabuhan adalah solusi jangka panjang yang mendesak.

“Distribusi kontainer harus terurai dan tidak menumpuk di dalam. Untuk jangka pendek, pemerintah daerah perlu memberi izin agar kontainer bisa langsung keluar ke gudang distributor,” kata Abi, Senin lalu, 23 Februari 2026.

Kepadatan ini diperparah oleh aktivitas stripping (bongkar muat isi peti kemas) dan stuffing yang masih dilakukan di dalam pelabuhan. Kepala PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Puji Hermoko, menyebut kondisi ini membuat waktu tunggu kapal (waiting time) menjadi tidak optimal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, Julivan Ch. L. Salindeho, mengakui keterbatasan lahan tersebut. Dari total 1,5 hektar lapangan penumpukan yang tersedia, hanya sekitar 1 hingga 1,2 hektar yang dapat berfungsi optimal.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan Pelindo dan Pemda untuk memindahkan aktivitas stuffing dan stripping ke luar pelabuhan agar kapasitas di dalam bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, mengungkapkan bahwa saat ini tingkat keterisian lapangan (Yard Occupancy Ratio/YOR) mencapai 75 persen. Jika depo luar pelabuhan tersedia, YOR diprediksi bisa ditekan hingga ke angka 40 persen.

Sebagai langkah pendukung, Pelindo telah mendatangkan sejumlah alat berat, antara lain,1 unit side loader (alat angkat peti kemas kosong), 1 unit head truck dan chassis (telah tiba), dan 1 unit reach stacker dan 2 unit head truck tambahan (dalam proses pengiriman).

Direktur PT Berkah Mutiara Laut, Suroso, mengingatkan, tantangan logistik akan semakin besar saat pabrik tebu di wilayah tersebut mulai beroperasi. Ia menyarankan lokasi depo ideal berada dalam radius maksimal 3 kilometer dari dermaga.

“Pembangunan depo bukan sekadar tambah lahan, tapi memastikan rantai pasok masyarakat tetap terjaga di tengah ambisi pembangunan Papua Selatan,” pungkasnya. (dji)

Related Articles

Back to top button