Ekbis

BI Jatim Sebut Transformasi QRIS Jadi Indikator Keberhasilan Inovasi

 

MALANG : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur hari ini menggelar media gathering perdana dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) yang baru, Ibrahim.

Acara yang dihadiri sekitar 70 perwakilan media dari Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember ini menjadi ajang perkenalan sekaligus diskusi mengenai perkembangan sistem pembayaran di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ibrahim mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran para jurnalis yang sudah menghadiri pada kegiatan yang diinisiasi BI Jatim.

“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Mungkin ini penampilan perdana saya di depan teman-teman semua,” kata Ibrahim sambil berkelakar, “Jangan kaget kalau nanti saya muncul di mana-mana.” imbuhnya dalam acara Capacity Building Media 2025, Jumat 18 Juli 2025.

Mantan kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DIY, mengapresiasi peran vital media dalam menyampaikan informasi dan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.

“Siapapun, lembaga manapun, tidak ada artinya kalau tidak ada peran media,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa di era media sosial saat ini, di mana banyak informasi tidak jelas beredar, peran media yang kredibel menjadi semakin krusial.

“Rekan-rekan media yang sudah clear dan jelas seperti ini, maka ada di pundak teman-teman semua lah bagaimana kita bisa memberdayakan masyarakat, bisa mendidik masyarakat melalui penyampaian informasi dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, menurut Ibrahim. Salah satu poin utama yang disoroti adalah sistem pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Ia menyebut bahwa sistem pembayaran adalah “gerbang baru untuk masa depan. Ibrahim membandingkan kecepatan adopsi QRIS dengan metode pembayaran lain.

“Lima tahun lalu kita tidak menyangka bahwa QRIS itu sudah 50 juta pengguna,” jelas Ibrahim.

Oleh karena itu, Ia menyoroti fenomena ini sebagai indikator keberhasilan suatu inovasi.

“Suatu aplikasi, suatu sistem, atau suatu inovasi berhasil atau tidaknya itu diukur oleh seberapa cepat digunakan masyarakat karena memberikan solusi.” tandasnya.

Sebagai perbandingan, Ibrahim memaparkan bahwa untuk mencapai 50 juta pengguna kartu kredit atau kartu debit di Indonesia atau luar negeri, dibutuhkan waktu hingga 25 tahun.

“Untuk QRIS, dengan digital payment seperti ini, 50 juta pengguna hanya membutuhkan waktu 5 tahun,” ungkap Ibrahim menunjukkan lonjakan signifikan dalam penetrasi pembayaran digital.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan media dalam menyampaikan program serta kebijakan. “Kami dari Bank Indonesia selalu menyampaikan informasi terkait apapun, baik itu kebijakan maupun program, kami merasa terbantu sekali,” tuturnya.

Ke depan, KPwBI Jatim berkomitmen untuk menjaga kolaborasi yang telah terjalin baik. Ibrahim juga membocorkan beberapa agenda penting yang akan datang, termasuk acara “Java Coffe” pada bulan Agustus yang akan melibatkan banyak dukungan dari teman-teman media.

“Semoga kita dapat mengikuti acara capacity building media ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ibrahim, seraya berharap dapat semakin sering bertemu dengan rekan-rekan media di masa mendatang. (dji)

Related Articles

Back to top button