Ekbis

BI Optimalkan Pemanfaatan Mekanisme LCS Sebagai Percepatan Pemulihan Ekonomi

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Untuk mempercepat pengembangan Pasar Keuangan Indonesia.Kali ini, Bank Indonesia telah membuat mekanisme penyelesaian Transaksi Bilateral antar Negara.yakni Transaksi Perdagangan, Remitansi dan Investasi langsung, dengan menggunakan Mata Uang lokal, atau biasa disebut Local Currency Settlement ( LCS ).

” LCS adalah penyelesaian Transaksi Bilateral antara dua Negara , yang dilakukan dalam Mata Uang masing-masing Negara, lalu setelmen Transaksinya dilakukan di dalam Yurisdiksi wilayah Negara masing-masing,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto.

Budi Hanoto menjelaskan, seperti penyelesaian Transaksi Perdagangan Indonesia dan Jepang dilakukan dalam Rupiah dan Setelmen Tansaksi dilakukan di Indonesia.Sebaliknya, jika Transaksi perdagangan kedua Negara dilakukan dalam Yen maka Setelmen Transaksi dilakukan di Jepang.

” Mekanisme ini bertujuan untuk mengurangi dominasi mata uang Dollar Amerika dalam transaksi perdagangan dan investasi di Indonesia, sehingga mampu menurunkan risiko global shock yang bersumber dari hard currency tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Budi Hanoto, , untuk mengoptimalkan pemanfaatan mekanisme LCS tersebut. Pihaknya menyelenggarakan Sosialisasi bertajuk “Optimalisasi LCS dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi Jawa Timur melalui peningkatan daya saing perdagangan internasional”.

Sejalan dengan concern Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, *Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur* mengajak para pelaku usaha, industri, dan perbankan untuk menggunakan LCS secara optimal agar dapat menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu _engine industry and trade_ di Indonesia.

Sementara ditempat yang sama , Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menambahkan, bahwa Kemenkeu mendukung penuh Optimalisasi pemanfaatan LCS. Bahkan Direktorat Jenderal Bea Cukai saat ini menjadi Mitra Bank Indonesia dalam menggagas Regulasi pemberian Insentif kepabeanan bagi pelaku Usaha untuk menggunakan LCS serta memperkecil resiko dalam Bidang Kepabeanan.

Pada puncak acara tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengungkapkan, bahwa komitmen Bank Indonesia untuk mendorong LCS agar dapat diperluas cakupan Negaranya dan mengupayakan peningkatan sistem pembayaran secara Cross Border.

” Bank Indonesia juga tengah menggagas relaksasi threeshold underlying LCS serta mengembangkan instrumen hedging untuk mitigasi currency risk serta kolaborasi 13 Kementerian, Lembaga, Asosiasi, Perbankan, dan stakeholder lain untuk optimalisasi penggunaan LCS,’ ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini Indonesia telah bekerjasama dengan 4 negara dalam menerapkan Local Currency Settlement yakni Malaysia, Thailand, Jepang dan Tiongkok.

Dengan kerjasama tersebut, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam memanfaatkan mekanisme LCS tersebut mengingat Pangsa Transaksi Ekspor luar Negeri Jawa Timur ke -4 Negara telah mencapai angka 34,78 persen.

Pada kegiatan LCS yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur turut hadir Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Timur, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) serta perwakilan Konsulat Jenderal Negara Mitra Dagang Surabaya, serta Pelaku Ekspor-Impor dan Perbankan se – Jawa Timur.

Pada pembukaan kegiatan tersebut, Budi Hanoto menekankan, bahwa dengan pentingnya Sosialisasi LCS dalam memitigasi Risiko Nilai Tukar terhadap kinerja Eskpor-Impor dan Investasi di Jawa Timur seiring dengan ketidakpastian Perekonomian dan Pasar Keuangan Global. ( dji )

Related Articles

Back to top button