Ditengah Kondisi Pandemi,Investor Pasar Modal Jatim Meningkat 62 Persen, Ini penjelasannya

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Meskipun kondisi saat ini masih diselimuti Pandemi Covid -19. Namun tak menyurutkan Industri Pasar modal Jawa Timur untuk memperluas jumlah investor pasar modal.
Alhasil,. pada Kwartal 2 pasar modal Jawa timur mengalami peningkatan yang Signifikan.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia ( BEI ) Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan, bahwa meningkatnya jumlah Investor ditengah masa pandemi ini disebabkan adanya penerapan Prokes yang ketat,sehingga masyarakat Jawa timur, terutama pada kaum millenial ini melakukan edukasi atau belajar untuk berinvestasi di Pasar Modal.
” Situasi di masa pandemi tersebut, menjadi salah satu penekan bertambahnya jumlah Investor,” kata Anna dalam acara bersama awak media Surabaya digelar secara Virtual yang bertajuk ” Workshop Wartawan Jawa Timur ” Selasa ( 28/9/2021 ).
Diungkapkan Anna sapaan akrab Dewi Sriana Rihantyasni, adanya mobilitas yang terbatas akibat pandemi, serta akses untuk nongkrong sembari Ngopi yang juga dibatasi, hal ini mengakibatkan mereka lebih mencari sesuatu yang bisa menambah penghasilan.
” Pilihannya mereka hanya ada di pasar modal,” ujar perempuan berjilbab.
Terlebih menurut Annai, bahwa sebelum masa Pandemi yang semula keuangan dibuat untuk nongkrong di Cafe atau bepergian ke Mall – Mall , namun pada saat Pandemi keuangan mereka jarang terpakai, sehingga kemungkinan keuangan tersebut lebih di fokuskan untuk berinvesasi di pasar modal Indonesia.
Sementara Asikin Ashar selaku Trainer BEI Jatim menyampaikan, Pihaknya mengaku senang dengan meningkatnya pasar modal Jawa timur yang signifikan ini.
” Alhamdulillah jumlah investor di jatim sampai dengan bulan agustus mengalami kenaikan sebesar 62 persen umlah Investor,” kata Trainer Bursa Efek Indonesia ( BEI ) Jatim, Asikin Ashar pada acara Workshop Wartawan Jawa Timur yang digelar secara Virtual. Selasa ( 28/9/2021 ).
Menurut Asikin Ashar, dengan peningkatan jumlah Investor tersebut,diharapkan perkembangan Investor Jawa Timur dapat memberikan pengetahuan secara luas tentang Investasi pasar modal.
” Harapan kami semakin banyak orang jawa timur yang mengetahui Pasar modal sehingga bisa berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.
Selain itu. Masih kata Asikin Ashar, kedepan dengan meningkatnya jumlah Investor tersebut, nantinya bisa menjadi pemilik perusahaan.
” Kedepannya masyrakat jawa timur tidak hanya menjadi pelaku konsumen atau pembeli barang, tetapi juga sebagai pemilik perusahaan dengan menjadi pemilik sahamnya,” terangnya.
Asikin Ashar menambahkan, sementara pada jumlah anggota Bursa Efek Indonesia Jawa Timur, saat ini totalnya sudah mencapai 60 Anggota meliputi Kota Surabaya 46, Malang 12, Jember 1 dan Situbondo 1.Selain itu, ada 41 Emiten yang ada di Jawa Timur.
“:Saat ini jumlah investor pasar modal dari indikator SID sampai Agustus 2021 tercatat sebanyak 360.414 SID. “Kenaikan jumlah investor di Jatim yang tumbuh 62 persen, artinya ada tambahan sebanyak 138.597 SID sampai Agustus 2021,” ungkapnya. ( dji ).




