Ekbis

Dukung Stabilitas Inflasi Jatim Terkendali,BI Jatim Luncurkan Aplikasi PWD

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI ) Provinsi Jawa Timur Bandoe Widiarto menyampaikan Apresiasi terhadap koordinator Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang telah mengemplementasikan sebuah Aplikasi pertama dalam mendukung kelancaran pertukaran Warkad Debit Perbankan di Jawa Timur.

kata Bandoe Widiarto dalam sambutannya pada acara Ceremoni peluncuran Aplikasi PWD ( Pertukaran Warkat Debit mengatakan,bahwa perekonomian di Jawa Timur pada Tahun 2023 telah meningkat,sehingga menunjukan stabilitas inflasi di Jawa Timur tetap terkendali.

“Secara keseluruhan perekonomian Jatim di tahun 2023 tumbuh mencapai 4,95 persen dengan inflasi terjaga pada level yang relatif rendah yakni 2,92 persen ( yoy ),” kata Bandoe Widiarto pada Jumat ( 1/3/2024 ) di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim,Jalan Pahlawan.Surabaya.

Sementara menurut Bandoe,hal tersebut juga didukung dengan adanya layanan Perbankan dan Sistem Pembayaran yang berjalan dengan baik dan lancar.

” Kondisi perekonomian yang diatas ini dapat sama – sama kita jaga serta pertahankan,kalau perlu ditingkatkan lagi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang Inklusif pada tahun 2024,” pintahnya.

Deputi Kepala KPwBI Provinsi Jatim juga mengatakan,bahwa sebentar lagi memasuki rasi tahun 2024,oleh karena itu,Pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) terus berupaya untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran Distribusi, serta mengedukasi Masyarakat supaya senantiasa belanja secara bijak.

Tak hanya itu,lanjut Bandoe Widiarto.di Bidang SP Tunai,Bank Indonesia Jatim bersama dengan Perbankan Daerah akan mengiktiyarkan dalam melayani kebutuhan dan kebersihan uang di Masyarakat dalam pecahan yang cukup serta dalam kondisi yang layak edar.

Demikian juga dengan SP non tunai,imbuh Bandoe, pihaknya memastikan Bifast,SKNBI dan aplikasi lain dapat beroperasi dengan baik aman dan handal.

Oleh karena itu, Bandoe menilai,bahwa perekonomian yang kuat perlu di dukung adanya kelancaran sistem pembayaran yang cepat,mudah, aman , dan handal.

Sementara itu Bandoe juga menjelaskan,bahwa penggunaan QRIS di Jawa Timur mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2023,secara nominal pada transaksi penggunaan QRIS tahun 2023 mencapai 24,4 triliun atau meningkat sekitar 176 perse,dan volume sebesar 205 juta transaksi.

” Hal ini sejalan dengan pengguna QRIS yang mencapai 6,29 juta user per desember 2023,” tandasnya.

Sementara itu Bandoe juga melaporkan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah pada tahun 2023 sebanyak 39 Pemda se-Jawa Timur sudah masuk dalam kategori Digital.

” Mudah – mudahan nantinya kita bisa pertahankan dan kita dorong supaya banyak inovasi – inovasi,” ujarnya.
Bandoe juga menyampaikan,bahwa saat ini terdapat 4 KPWD  di wilayah Bank Indonesia di Jawa Timur,yakni KPWD Kliring wilayah Surabaya,Malang, Kediri,dan Jember, serta terdapat 14 KPPD Non Bank Indonesia yang tersebar di beberapa kota di Jawa Timur.

” Diantaranya di wilayah kerja di Jatim terdapat 6 KPWD,ada Pamekasan, dan Tuban dan kebetulan koordinatornya ada BNI,sementara Jombang dan Mojokerto koordinatornya BRI,serta Lamongan adalah Bank Jatim,” demikian Bandoe Widiarto. ( dji ).

Related Articles

Back to top button