Ekbis

Ekonomi Indonesia Menggeliat, OJK Optimis Pasar Modal Makin Moncer

 

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Proyeksi optimis datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang kembali menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Dalam laporan terbarunya, IMF juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026.

Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk aktivitas ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, meredanya ketegangan perang dagang, dan membaiknya kondisi likuiditas global.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, indikator ekonomi global menunjukkan tren positif yang signifikan. Salah satunya, meredanya perang dagang setelah adanya kesepakatan tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara mitranya, termasuk Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kinerja manufaktur dan perdagangan global.

Ia mengungkapkan, di tengah sentimen global yang membaik, pasar keuangan Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan. Pasar saham domestik mencatatkan kenaikan signifikan pada Juli 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah, berhasil bangkit dan menguat 5,71% secara year-to-date (ytd) menjadi 7.484,34 pada akhir Juli.

“Kinerja positif ini didukung oleh berbagai sektor, di mana seluruh indeks sektoral mengalami peningkatan. Sektor Teknologi, Infrastruktur, dan Industri menjadi pendorong utama dengan penguatan terbesar. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar saham sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) selama tiga hari berturut-turut pada Juli 2025, puncaknya mencapai Rp.13.701 triliun,” papar Mahendra Siregar dalam konferensi pers Asesmen OJK, Senin 4 Agustus 2025.

Selain itu, likuiditas transaksi di pasar saham juga terus meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian per Juli 2025 tercatat sebesar Rp.13,42 triliun, melampaui rata-rata tahun 2024 yang sebesar Rp.12,85 triliun.

Tak hanya pasar saham, pasar obligasi dan industri pengelolaan investasi juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,17%, sementara investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp.13,28 triliun di pasar obligasi pemerintah.

Mahendra menyebutkan, di industri pengelolaan investasi, nilai aset kelolaan (AUM) tercatat sebesar Rp.856,62 triliun, naik 2,30% secara ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga melonjak 5,46% secara ytd menjadi Rp.526,53 triliun.

Penghimpunan dana di pasar modal juga terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juli 2025, tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp.144,78 triliun, termasuk dari 16 emiten baru.

Di tengah pertumbuhan pasar modal yang pesat, OJK juga menorehkan prestasi dalam hal tata kelola perusahaan. Dalam ajang ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 2025, Indonesia mencatat kemajuan tertinggi di kawasan, dengan kenaikan skor rata-rata nasional sebesar 9%. Empat emiten Indonesia bahkan berhasil masuk dalam 50 perusahaan terbaik se-ASEAN, dengan dua di antaranya menempati posisi 10 besar.

Di sisi lain, OJK juga menunjukkan ketegasan dalam penegakan hukum. Selama Juli 2025, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp8,62 miliar kepada 19 pihak atas pelanggaran di bidang pasar modal, derivatif keuangan, dan bursa karbon. OJK juga mencabut izin usaha dua perusahaan efek, yaitu PT Pratama Capital Sekuritas dan PT Masindo Artha Sekuritas.

“Secara keseluruhan, data-data ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia berada dalam kondisi yang kuat dan menjanjikan, didukung oleh prospek ekonomi global yang membaik, performa pasar domestik yang solid, dan komitmen OJK dalam menjaga integritas serta tata kelola yang baik,” pungkas Mahendra. (dji)

Related Articles

Back to top button