Pendidikan

FBS Unesa Gelar Karya Seni Bertema Sengkuni 6 International Art Exhibition 

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS ) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar karya seni rupa bertema ” Sengkuni 6 International Art Exhibition di sisi ruangan dan koridor Gedung T3 ( FBS ), Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.

Pameran yang mengusung tema Sengkuni (Serangkaian Ungkapan Karya Seni) ini digelar program studi (Prodi) Seni Rupa (murni) dan Prodi Pendidikan Seni Rupa Unesa mulai Kamis-Minggu, 14-17 November 2024.

“Untuk tahun ini kami mengusung tema Transisi, yang menampilkan 165 karya para seniman lokal dan mancanegara. Peserta yang berpartisipasi ada yang dari Jerman, Filipina, Kanada, Mexico, hingga Swiss,” ujar Ketua Panitia, Engga Mahendra.

Engga menjelaskan, tema tersebut bermakna suatu peralihan atau perubahan linimasa. Menurutnya, karya seni yang ditampilkan merepresentasikan sebuah proses terjadinya perubahan, lompatan, transformasi dalam rentang waktu tertentu.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara karya seniman dengan publik pecinta seni rupa. Juga, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan seniman muda untuk terus berkarya,” jelasnya.

Dekan FBS Unesa Syafi’ul Anam mengatakan, pameran ini konsisten menunjukkan komitmen dalam menyiapkan wadah kreativitas bagi para mahasiswa dan seniman, sehingga karya mereka bisa dinikmati sivitas dan masyarakat umum.

“Terima kasih kepada teman-teman panitia dan prodi yang membawa kegiatan ini semakin dikenal luas dan sukses setiap tahunnya. Ini luar biasa, apalagi ada karya peserta dari enam negara. Keren!,” terangnya.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa Martadi mengapresiasi kegiatan ini dari tahun ke tahun, yang terus menampilkan versi terbaiknya, baik dari aspek penyelenggaraan maupun karya.

“Pameran ini menjadi ruang bagi sivitas untuk berkarya dan menunjukkan eksistensi diri. Bagi dosen, ini bisa sebagai sarana untuk menunjukkan hasil dari proses belajar yang dilakukan. Selain itu, juga menjadi ruang branding dan eksistensi bagi lembaga dalam rangka pemeringkatan,” ungkapnya. (*)

Related Articles

Back to top button